Tips Menciptakan Suasana Keluarga Positif Idaman

Facebook Page untuk Tips Menulis Novel Harian

20190925 123610 0000.png
Dapatkan Informasi Postingan TerbaruFollow Tips Menulis Novel Gratis on WordPress.com

Tampaknya semua orang mengidamkan tinggal di rumah yang di dalamnya penuh dengan nilai-nilai positif. Rumah yang mampu menciptakan rasa aman, dicintai, didengar, dan dihargai.

Akan tetapi, tidak semua rumah memiliki kriteria seperti itu.

Mengapa?

Karena tidak semua keluarga mampu menciptakan nuansa yang diidamkan seperti itu.

Tips Menciptakan Suasana Keluarga Positif Idaman
Tips Menciptakan Suasana Keluarga Positif Idaman

Mungkin menyedihkan, tapi biasanya tugas menjaga keharmonisan entah kenapa selalu jatuh ke tangan ibu seorang diri. Padahal, itu tidaklah tepat. Semua pihak harus terlibat dan bekerja sama demi mewujudkan rumah tangga bahagia.

Tips Menciptakan Suasana Keluarga Positif Idaman.

Harus diakui, tidak ada rumah tangga yang sempurna. Selalu akan ada kekurangan dalam berumah tangga. Akan tetapi, semua bisa diusahakan agar menciptakan nuansa yang diidamkan.

Lalu apa sih Tips Menciptakan Suasana Keluarga Positif Idaman?

Sebelum melangkah ke sana, kita harus tahu dulu, apa yang membuat kita nyaman tinggal pada sebuah keluarga.

Dalam berumah tangga, peran orang tua dan anak saling besinergi menciptakan suasana yang diinginkan.

Semua orang di dalam rumah merasa damai, dipercaya, dihargai, juga dihormati. Semua penghuni saling mengisi, tidak ada yang menyendiri, semua saling membutuhkan satu sama lain.

Itulah tujuan yang ingin kita raih bersama. Bukan hanya dari kerja keras orang tua, tapi juga dukungan anak-anak. Dalam blog Tips Menulis Novel Gratis kali ini, kita akan sedikit membahasnya

BACA JUGA :  Tips Komunikasi yang Efektif

Jadi, berikut

Tips Menciptakan Suasana Keluarga Positif Idaman.

馃挅 1. PILIH KATA-KATA DENGAN BIJAK

Setiap kata yang dilontarkan harus melewati saringan terlebih dahulu bahkan ketika marah. Dari kalimat yang terlontar, self-image dan self-esteem anak akan terbentuk.

Pembentuk paling utama rendahnya kepercayaan diri dan buruknya memandang kemampuan diri sendiri berasal dari kalimat-kalimat yang sering kita dengar.

Suami memberikan kalimat penuh support ke istri, versi versa.
Orang tua memberikan kalimat penuh support ke anak, versi versa.

Bahkan ketika ada kritik di dalamnya.

Contoh :

“Terima kasih sudah bekerja keras di kantor, Pa. Hanya saja, bulan ini mari lebih ngirit, ya. Ternyata ada uang dadakan sekolah yang harus dibayar. Enggak apa-apa, Mama coba atur lagi.”

“Terima kasih atas masakannya, tapi kalau besok dimasak lebih lama agar wortelnya nggak kriuk, pasti lebih enak.”

 

馃挅 2. PUJIAN POSITIF DAN DUKUNGAN YANG SESUAI

Kita adalah manusia dengan segudang kelemahan. Ya … Orang tua dan anak pasti pernah salah. Jangan menjadikan sebuah kegagalan sebagai momok yang harus selalu diungkit hingga meruntuhkan kepercayaan diri.

Berikan pujian positif dan dukungan yang sesuai agar kesalahan bukan menjadi momok, tetapi sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik.

Akibatnya, akan terbentuk positive mindset di kepala semua anggota keluarga.

Contoh :

“Enggak apa-apa gagal tes masuk perusahaan X, Papa bisa lamar-lamar yang lain. Siapa tahu lebih cocok.”

“Kamu hebat sudah bisa menyelesaikan gambarnya meski belum menang. Nanti kita belajar lagi agar warnanya lebih cakep lagi.”

“Kamu luar biasa sudah berusaha keras. Enggak apa-apa salah. Sekarang kita belajar sama-sama supaya nggak salah.”

 

BACA JUGA :  NHW Mengapa Ingin Menjadi Penulis

馃挅 3. BAGIKAN KASIH SAYANG SEBANYAKNYA

Jangan cuma badan aja hadir di sebelah anak kita, tapi pikiran kita melayang ke Facebook, dll. Buktikan kalau tidak hanya raga, tapi jiwa kita juga hadir memberikan kasih sayang dan perhatian sepenuhnya.

Dengan begitu, anak akan merasa didengarkan, dicintai, juga diperhatikan.

Jangan ragu mengatakan betapa kita mencintai mereka sepenuh jiwa dan siap mendukung mereka apa pun jalan yang mereka pilih selama masih dalan koridor agama yang benar.

Buat mereka merasa ISTIMEWA setiap hari. Tebarkan kata-kata positif. Bahkan ketika marah, ucapkan kata-kata yang baik. Karena kata-kata orang tua adalah doa.

 

4. JADILAH TELADAN.

Jangan menyuruh anak rapi, kalau kita saja melempar handuk basah setelah mandi ke kasur.

Jadilah teladan, maka mereka akan meniru. Karena anak-anak adalah peniru yang sempurna.

馃敺馃敺馃敺馃敺馃敺

Demikianlah Tips Menciptakan Suasana Keluarga Positif Idaman.

Semoga bisa memetik hikmah. Shirei sendiri masih perlu belajar banyak karena masih suka marah. Wakakakka.

Kalau teman-teman biasanya paling sulit yang mana?

Jika teman-teman ada tips lainnya, silakan komen, ya!

Leave a Comment

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.