Tips Menghadapi Kritik Kasar dan Kejam

Mentoring Menulis Privat MARET 2020

Untuk info langsung WHATSAPP 0812-12-707-424 atau klik DI SINI

Facebook Page untuk Tips Menulis Novel Harian

Tips Menulis Novel
Dapatkan Informasi Postingan TerbaruFollow Tips Menulis Novel Gratis on WordPress.com

Sebagai penulis di platform mana pun (FB, Wattpad, bahkan media offline), kita tentu mengharapkan agar tulisan kita dibaca. “Anak istimewa” yang kita lahirkan penuh cinta kasih dan kebanggaan akan meniti perjalanannya di tengah banyak orang.

Lalu, kita juga berharap tulisan kita bisa viral, terkenal, bahkan mungkin selain menjadi buku novel, juga diangkat menjadi layar lebar.

Hal yang membuat kita sangat-sangat defensif terhadap kritikan adalah ketika kita merasa sangat bersusah payaah dan berjuang dalam menelurkan karya ini. Dari riset, proses penyusunan alur, plot, bahkan juga penulisan naskah. Sehingga, setelah kita merasa karya ini sebuah master piece, kita nggak rela kalau ada yang mengusiknya.

Kritiksaran

Tips Menghadapi Kritik Kasar dan Kejam

Lalu apa semua orang akan menyukainya? TIDAK.

Kita harus bisa menerima bahwa “Kita tidak bisa membuat semua orang bahagia.”

Akan ada orang-orang yang memberi masukan, “Coba deh anaknya dikasih baju warna merah. Pasti kelihatan lebih seger. Sekarang pucet banget anakmu kelihatannya.”
Padahal, kita sukanya warna toska (eh ini Shirei banget).

Lalu apa kita harus kesel kalau ada orang yang memberi saran?

Tentu tidak!

Tips Menghadapi Kritik Kasar dan Kejam

Sebelum ngomel terhadap Kritik yang dilengkapi saran, sebaiknya kita ingat hal berikut :

1. Masih mending dikasih SARAN, nggak cuma dibilang, “Jelek amat sih! Hapus aja!”
Ups. Pun kita dibegitukan, kita harus ingat poin ke dua.

BACA JUGA :  Cara Menulis Partikel Pun Lah Kah Tah Per

2. Kita BERHAK menerima atau MENOLAK setiap usulan.
Setiap saran yang masuk tentang karya kita, kita berhak menyaringnya. Ambil yang bagus, buang yang nggak relevan.

3. Ingat bahwa mereka yang memberi KRITIK DAN SARAN adalah mereka yang peduli dan ingin kita maju. Jadi jawablah dengan sopan, meski kita merasa mereka tidak sopan.

Misal : “Lo lebay banget bikin cerita. Harusnya A nggak perlu begitu. Cukup begini aja.”
Cukup balaslah, “Oh, makasih masukannya. Akan dipertimbangkan.”

Pun seandainya kita nggak menerima usulan itu, si pemberi saran akan tetap merasa dihargai dan nggak kapok kasih masukan. Siapa tahu masukan berikutnya lebih mantab jiwa dan masuk akal!

Karena itu, Tips Menghadapi Kritik Kasar dan Kejam merupakan awal agar kita enggak kepancing emosi

4. Jangan Defensif
Shirei ngerti, siapa sih yang rela “anak kesayangan” yang dibikin susah payah dan dirasa sempurna malah ditemukan cacatnya? Namun, LANGSUNG membalas dengan berbagai dalih, alasan, dan pembenaran, tidak akan mengubah apa-apa.

Buat Shirei lebih baik fokus untuk berterima kasih atas masukannya, lalu endapkan. Kalau hati sudah tenang, baru deh pelan-pelan kita telaah ucapan orang itu masuk akal apa tidak.

Karena bersikap defensif terhadap kritikan, hanya akan membuat kita nggak maju.

5. Selalu ingat, tanpa pembaca, kita bukan siapa-siapa.
Kita nggak bisa 100% berharap mendapat pembaca loyal yang hanya bisa memuji karya kita. Namun, apa pun jenis pembaca yang mampir dan berkomentar ke karya kita, sebaiknya kita hargai. Karena tanpa pembaca, kita bukan siapa-siapa.

BACA JUGA :  Tips Riset Menulis Novel

6. Kalau ternyata ada yang hanya ingin menghujat, menghina, dan melecehkan kita (bukan karya kita) tanpa ada dasar jelas, daripada berdebat, nyalakan saja fasilitas BLOCK. Hehehehe

So? Masih baper sama kritik? Semoga enggak, ya! Apalagi kalau kritiknya disertai saran yang bermanfaat. Segeeeer deh kalau memang bisa membuat karya kita lebih baik.

Jadikan semua Kritik dan Saran menjadi wadah kita untuk berkembang, bukan untuk di-baper-in.

Semoga Tips Menghadapi Kritik Kasar dan Kejam ini berguna

1 thought on “Tips Menghadapi Kritik Kasar dan Kejam”

Leave a Comment

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.