Penulis yang Menebar Manfaat

Mentoring teori kepenulisan, Asistensi Sinopsis lengkap, dan Mentoring Menulis Privat 2022-2033

Untuk info langsung WHATSAPP 0812-12-707-424 atau klik DI SINI


Penulis yang Menebar Manfaat
Dapatkan Informasi Postingan TerbaruFollow Tips Menulis Novel Gratis on WordPress.com

Pernahkah berpikir kita mau jadi penulis macam apa?

Dulu, waktu Shirei masih belia, Shirei suka dengan sebuah kalimat dari anime B’T X yang dilontarkan salah satu tokohnya bahwa, “Manusia hidup bukan karena hidup itu menyenangkan, melainkan untuk terus berusaha memberi arti keberadaannya kepada orang lain.”

Waktu dulu, Shirei merasa itu kalimat yang sangat keren, ya! Ternyata Rasulullah sudah berkata tentang itu berabad-abad lampau.

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani)

Akhirnya, Shirei memutuskan, apa pun yang Shirei lakukan, diusahakan memberikan manfaat. Ini termasuk untuk menjadi :

Penulis yang Menebar Manfaat

Masalahnya, di era yang seperti ini, di mana banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan dari platform-platform premium, menulis tidak hanya ditekuni oleh mereka yang mencintai kepenulisan, tapi juga mereka yang membutuhkan uang.

BACA JUGA :  Pengertian POV 1 dan Contoh Sudut Pandang Pertama

Di sinilah masalah dimulai.

Ketika akhirnya kita menulis untuk uang dan lupa bahwa apa yang kita tulis itu abadi dan akan dibawa mati pahala dan dosanya, maka muncullah cerita-cerita yang tak seharusnya dimunculkan dan dibaca oleh orang-orang. Selama populer, selama menjual, segala norma pun diterabas.

Maka apakah masih ada harapan untuk menjadi Penulis yang Menebar Manfaat ?

InsyaAllah ada!

Ingatkan saja terus menerus ketika menulis, apa yang akan kita dapat saat ada yang membaca?

Apakah dosa? Apakah pahala? Atau tidak mendapat apa-apa?

Bagi Shirei, menulis tak selamanya untuk memberi hikmah. Kadang, Shirei menulis sekadar untuk melepas penat. Contohnya menulis status Facebook, menulis fanfiction, atau sekadar curhat melalui diksi dalam puisi. Akan tetapi, seandainya tidak memberikan pahala, jangan sampai Shirei menebar dosa dari tulisan yang Shirei buat.

Apa sih yang dimaksud dengan Penulis yang Menebar Manfaat ?

Penulis yang Menebar Manfaat

Buat Shirei, selama kisah yang ditulis bisa mengajak pada kebaikan meski sedikit, itu sudah cukup.

Ingat! Tidak semua penulis ditakdirkan menjadi penulis terkenal yang memiliki ribuan pembaca.

BACA JUGA :  Proses Kreatif Obsessive Loves Novel Mayor Gramedia dari Wattpad

Ingat! Tidak semua penulis bisa menuliskan kisah berbalut agama yang memiliki banyak makna dan nasihat.

Akan tetapi, Shirei percaya, InsyaAllah setiap penulis akan mampu memberikan sedikit atau bahkan sebuah manfaat dari setiap karya yang ditulisnya. Bahkan sekadar agar pembacanya merasa bahagia. Syukur-syukur kalau ternyata di dalam ceritanya terkandung ibroh yang bisa dipetik dan jadi pahala jariyah.

Apa saat ini Shirei sudah jadi Penulis yang Menebar Manfaat?

Allahualam. Hehehehe

Karena yang bisa kita lakukan hanyalah BERUSAHA semaksimal mungkin agar karya kita bermanfaat bagi sesama. Agar jika kelak kita meninggal, karya ini tidak menjadi pemberat siksa. Sisanya, biar Allah yang menentukan.

Yang penting, terus luruskan niat dalam setiap karya. Selalu ingat bahwa ada kehidupan abadi yang jauh lebih berharga dari harta apa pun yang ada di dunia.

Jika kita menginginkan akhirat, maka dunia akan datang. Meski, tidak selalu berupa harta yang melimpah. Bisa jadi dengan ketenangan batin, anak-anak saleh/salehah, pasangan yang baik, kesehatan, dll.

BACA JUGA :  Ulang Tahun Kelima Wattpad Shireishou

Yuk, kita menjadi Penulis yang Menebar Manfaat agar tiada penyesalan saat kita menghadap Allah dan ditanya, “Untuk apa waktu kita dihabiskan?”

————-

Sumber Ayat dan Hadist : Rumaysho.com

Leave a Comment

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.