Bersikap Adil bagi Diri

Mentoring teori kepenulisan, Asistensi Sinopsis lengkap, dan Mentoring Menulis Privat 2022-2033

Untuk info langsung WHATSAPP 0812-12-707-424 atau klik DI SINI


Bersikap Adil bagi Diri
Dapatkan Informasi Postingan TerbaruFollow Tips Menulis Novel Gratis on WordPress.com

Lama nggak update, ya? Hehehe Kali ini, Shirei kembali dengan topik yang diminta dibahas oleh grup Muslimah Menulis yang temanya Bersikap Adil. Ada banyak hal yang bisa dibahas tentang tema ini, tapi karena blog Tips Menulis Novel Gratis ini tentang kepenulisan, Shirei ya juga akan bahas soal kepenulisan.

Nah, apa sih bersikap adil bagi penulis?

Pertama-tama, kita mulai dari pengertian adil itu sendiri.

a.dil

  1. a sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak: keputusan hakim itu —
  2. a berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran
  3. a sepatutnya; tidak sewenang-wenang: para buruh mengemukakan tuntutan yang —

Shirei akan garis bawahi pengertian yang kedua

“Berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran.”

Di era platform menulis semakin menjamur di mana-mana, uang yang dihasilkan pun tidak main-main besarnya, tentu saja semakin banyak penulis ingin berlomba-lomba untuk mendapatkan uang dari platform yang menawarkan begitu banyak fasilitas.

Hal itu tentu saja wajar. Siapa yang tidak mau membantu keuangan rumah tangga dari hobinya?

Masalah muncul ketika banyak ‘penulis’ berlomba-lomba mencari uang, tetapi melupakan apa esensi menulis itu sendiri.

BACA JUGA :  Resume Gelanggang Inspirasi Dapur Komunitas dan Ketua Kampung Komunitas

Tidak apa menulis demi membantu ekonomi keluarga, penulis pun butuh makan, bukan?

Namun, apa kita sudah bersikap adil saat mengunggah karya?

Adil pada diri sendiri juga orang lain?

Apa kita sudah membaca semua aturan platform sebelum mengunggah?

Apa kita sudah belajar kepenulisan alih-alih berusaha mencari celah pada sistem di platform?

Apa kita sudah yakin kalau karya yang kita unggah adalah hasil karya kita sendiri dan bukan curian dari karya orang lain?

Harta, Tahta, Syahwat

Tiga hal paling mudah menggoda manusia untuk menghindar dari bersikap adil

Terjemahan QS. Al Maidah: 8

Hal paling berat adalah ketika semua orang di tempat tersebut melakukannya.

Shirei pernah mengalami. Shirei pikir, semua orang melakukannya, berarti hal itu halal dilakukan. Akan tetapi, Shirei diingatkan oleh teman-teman Shirei yang MasyaAllah salehah agar Shirei menjauhi hal yang demikian.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.

(QS. Al An’am: 116)

Jadi, kembalikan semua hal kepada aturan Allah.

Apa kita berlaku adil pada diri sendiri dan orang lain?

Mungkin memang platform tidak akan mengetahui kalau kita plagiat, kalau kita mengakali sistem, atau melakukan hal-hal yang tidak diridai Allah, tapi di mata manusia ‘sah-sah saja’.

BACA JUGA :  Menulis itu Menunjukkan, Bukan Mengatakan

Namun, Allah Maha Mengetahui. Pendapatan yang kita raih dengan TIDAK BERLAKU ADIL bahkan menzalimi orang lain, mungkin memang besar. Akan tetapi, apa ada berkah di sana?

Shirei belajar dari kesalahan. Mungkin Shirei sudah berlaku tidak adil di masa lalu. Meski tidak lama dan fatal, tapi Shirei berjanji akan berjuang untuk lebih bersikap adil ke depannya.

Shirei pernah nulis author note di Fizzo max 5 kata seperti, “Tebak, siapa pelakunya!” atau “Kira-kira Darren bakal ngapain?”

Lalu Shirei ditegur teman, kan dibayar perkata. Shirei pikir toh under 5. Namun, kalau dikali 150 kan lumayan, ya? Hampir jadi satu bab. Alhamdulillah berhenti di bab 91 karena sudah tidak bisa diedit dan uangnya sudah didonasikan.

Ternyata waktu itu, kabarnya, author note dipakai untuk nambah-nambahin jumlah kata oleh beberapa author lain. Jadi sengaja ngocehnya dipanjang-panjangin. 😭

Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.

(HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Bersikap adil bagi diri apalagi orang lain memang bukan hal yang mudah!

Shirei paham, semua butuh proses. Apalagi jika kita dihadapkan pada kondisi genting misalnya kepepet banget butuh duit untuk keperluan primer dan melakukan hal yang dibenci Allah adalah cara instan untuk mendapatkan uang.

BACA JUGA :  Penggunaan Huruf Miring dalam Novel

Namun, tetap semangat wahai kawan-kawan!

Shirei pun akan terus berjuang agar rezeki yang Shirei dapat adalah yang halal dan berkah. Seperti moto grup Muslimah Menulis!

“Seorang mukmin dan seorang fajir (yang gemar maksiat) sudah ditetapkan rezeki baginya dari yang halal. Jika ia mau bersabar hingga rezeki itu diberi, niscaya Allah akan memberinya. Namun jika ia tidak sabar lantas ia tempuh cara yang haram, niscaya Allah akan mengurangi jatah rezeki halal untuknya.”

(Hilyatul Auliya’, 1: 326)

Semoga Allah melancarkan rezeki kita semua. Aamiin.

Buat yang ingin gabung grupnya, bisa klik LINK INI, ya!


Sumber Hadist dan Ayat : Rumaysho.com

Leave a Comment

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.