Batasan Pornoliterasi

Mentoring teori kepenulisan, Asistensi Sinopsis lengkap, dan Mentoring Menulis Privat 2021

Untuk info langsung WHATSAPP 0812-12-707-424 atau klik DI SINI


Batasan Pornoliterasi
Dapatkan Informasi Postingan TerbaruFollow Tips Menulis Novel Gratis on WordPress.com

Batasan Pornoliterasi adalah bahasan yang never ending di sosial media dan platform mana pun. Shirei membuat postingan kecil-kecilan di Facebook Page Shireishou – Tips Menulis Novel Gratis. Cukup banyak teman-teman yang berbagi pendapat di sana. Silakan dibaca kalau sempat.

Shirei juga pernah membahas beberapa kali di Wattpad Tips no Rant. Cuma kan nggak semua orang bisa akses Wattpad, jadi Shirei tulis ulang di sini dengan banyak penambahan.

Sebelum dibaca, artikel Ini dipakai untuk introspeksi, bukan untuk menghakimi.

Kalau Anda nggak kuat untuk introspeksi diri sendiri, sebaiknya tidak perlu dilanjut. Karena Shirei juga akan intropeksi di sini.

Kalau nggak setuju isi artikel ini, silakan saja. Shirei nggak maksa. Namun, Shirei juga nggak mau dipaksa untuk ganti pendapat. Heheheh

Kita mulai, yaaaa…

Bismillah.

KBBI berkata :

por.no.gra.fi

  1. n penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi
  2. n bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi

Batasan Pornoliterasi

Novel porno indonesia

Beberapa tahun yang lalu, Shirei ikut pelatihan Erotic Romance yang diadakan kak Rosi L Simamora di Facebook.

Kenapa Shirei ikut? Karena Shirei kepo kenapa di Wattpad begitu banyak cerita porno yang ngakunya erotic romance. Karena sependek pengetahuan Shirei, menulis erotic romance itu berat.

Berat (sulit) nulisnya.
Berat tanggung jawab moralnya kalau ‘kepeleset’ jadi cerita porno.

Lalu mengapa banyak sekali yang nekat dan justru kepeleset jadi porno? Bahkan judul-judulnya pun sudah membuat bulu kuduk meremang.

Sempat diskusi pendek di grup NPC juga soal erotic romance ini. Dan rata-rata ternyata sudah paham bedanya dengan porn. Oh, I love NPC.

Kita mulai bahas dari awal. Apa itu Erotica Romance?

Menurut Wikipedia :
Erotic romance novels are stories written about the development of aromantic relationship through sexual interaction. The sex is an inherent part of the story, character growth, and relationship development, and could not be removed without damaging the storyline.

Dan pengertian yang sama juga disampaikan oleh kak Rosi.

Bahwa Erotic romance adalah kisah di mana sex adalah bagian PENTING dari perkembangan cerita, karakter, juga interaksi keduanya. Di mana adegan sex tidak bisa dipisahkan dari tanpa mencederai cerita.

Nah lho?

Kita melipir ke Slyviaday.com yang membahas beda antara Porn Story dan Erotica Romance.

Meski menjadi perdebatan banyak pihak, secara garis besar, inilah bedanya :

Porn: stories written for the express purpose of sexual gratification. Plot, character development, and romance are NOT primary to these stories. They are designed to incite the reader to orgasm and nothing else.

(Cerita yang ditulis untuk pemuas hasrat sexual. Plot, perkembangan karakter, dan kisah cinta bukan hal penting. Yang penting bikin pembaca terangsang dan nggak punya tujuan lain)

BACA JUGA :  Tipe-Tipe Cara Menulis Novel

Erotic Romance: stories written about the development of a romantic relationship through sexual interaction. The sex is an inherent part of the story, character growth, and relationship development, and couldn’t be removed without damaging the storyline. Happily Ever After is a REQUIREMENT to be an erotic romance.

(Translasi mirip dengan punya kak Rosi)

Nah, lalu bagaimana dengan cerita romance yang adegan seksnya dipisah di works lain dan diceklis mature?

Seperti pengertian cerita erotic romance, bahwa adegan seks TIDAK BISA dipisahkan dari cerita.

Kalau bisa dipisah dari cerita artinya :

1. Secara umum, itu hanya fanservice (cuma pemuas pembaca yang penasaran sama cerita seks pemeran utama)

2. Kalau cerita tambahannya bisa berdiri sendiri tanpa perlu membaca cerita utama, artinya masuk porn (plot dan karakter tidak perlu ada).
Dan cerita tipe ini DILARANG ada di Wattpad.

Shirei nggak menyangkal keberadaan erotica romance, tapi bukan pembacanya.

Cuma kadang greget sama cerita PWP (porn without plot), ngakunya erotic romance. Uhuk.

Yang jelas, karena ini erotica romance yang mana adegan sex digambarkan, maka MATURE CONTENT HARUS DICEKLIS.

Nggak peduli mau ditulisin 18+, 21+, 23+, ‘Anak kecil jangan mendekat’, kalau ada adegan seksnya ya masuk MATURE. Ceklislah itu box.

 Tap box kosong di sebelah Mature / dewasa

Kalau masih belum ngerti (atau pura-pura nggak ngerti), yha Shirei angkat bahu aja deh

Sesuai pribahasa “Lain ladang lain belalang, lain lain lubuk lain ikannya.” Setiap Platform punya cara masing-masing untuk menilai mana pornografi, mana bukan.

Kalau menurut Wattpad sih kayak gini :

Pornographic Material

Don’t post any EXPLICIT content that is solely intended to AROUSE. This includes WRITTEN material, as well as visual material such as images, videos, or media that display nudity or sexual activity.

Rape, Sex-Slavery, and Non-consensual Sex
Don’t post any content that glorifies sexual abuse, sexual assault, or any other illegal sexual acts.

Pedophilia and Harm to Minors
Don’t post or solicit any content related to minors that is sexually suggestive.

Glorification of Self-harm and Suicide
Don’t post content that promotes, supports, or graphically describes any type of self-harm. This includes content that urges or encourages others to injure themselves, embrace anorexia, bulimia, or other eating disorders, or commit suicidal acts.

Nah, terus itulah batasan pornografi versi Wattpad.

BACA JUGA :  Tutorial Membuat Prolog dan Epilog Novel

Kemudian, apa sih “Eksplisit konten yang tujuannyaa untuk merangsang”?

Nah, inilah yang kemudian MASUK RANAH RELATIF.

Ada yang saat membaca adegan intim udah nggak ada rasanya. Ada yang baru membaca foreplay aja, sudah panas-dingin.

Semua akan berujung pada, “Ah, BUAT SAYA ini BUKAN pornografi, kok! Saya nggak terangsang sama sekali. Semua tergantung sudut pandang dan pengendalian diri.”

Maka dari itu, Shirei katakan di awal bahwa ini adalah pertarungan tiada akhir. Percuma memaksakan sudut pandangan kita ke orang lain karena ujungnya adalah subjektifitas.

Namuuuuun…. yang harus SELALU diingat :

  1. Siapa yang BISA membaca karya yang kita tulis?
  2. Apa cerita kita LAYAK dibaca mereka?
  3. Apa semua orang bisa sekuat kita dalam menahan berahi saat membaca cerita kita?

Kita boleh ngeles “Kan, saya sudah tulis 21+, suruh siapa baca!”

Namun, kalau mature nggak diceklis, atau di-posting di blog atau sosial media yang nggak ada filter usianya, apa nggak khawatir ada anak di bawah umur membaca?

Lalu muncul kilahan lain,  “Ah, salah sendiri membaca bacaan yang bukan untuknya.”

Yoi … pembaca punya andil bersalah tentang ini. Akan tetapi, penulis juga punya kewajiban untuk menyediakan bacaan yang sesuai dengan umur di tempat yang tepat juga.

Jika di Platform yang bisa diakses 13 tahun ke atas kayak Facebook, apalagi di grup PUBLIK, ya sebaiknya hindari menulis cerita 21+.

Pernah nggak berpikir ngerinya kalau pas emaknya nge-like postingan grup, lalu muncul di feed anaknya dan akhirnya ikut baca? Naudzubilla min dzalik.

Jangan salahin emaknya doank. Namun, sebagai penulis mari pikirin risiko itu ADA meski anaknya sudah berusia di atas 13 tahun sesuai syarat minimal usia bikin akun FB.

Kita boleh terus mengeluarkan dalih, pembenaran, ngeles, apa pun namanya atas nama KEBEBASAN BEREKSPPRESI. Akan tetapi, harap diingat bahwa apa pun yang kita tulis AKAN DIBAWA MATI. AKAN ABADI.

Apa tulisan kita bisa membawa kita ke surga atau ke neraka. Batasannya setipis itu.

Banyak komen muncul, “Ah, aku kan cuma buat clickbait judul. Nanti kan endingnya dia tobat.”

Shirei pun suka kok bikin judul click bait. Ini Contohnya:

Namun, Shirei TIDAK PERNAH berbohong tentang judul. Puncak ceritanya memang saat Malam yang Tak Terlupakan itu. Shirei membuat karakter ceweknya [Mysha] adalah cewek kuat yang berusaha menahan berahinya sendiri dan tetap menjaga keperawanannya hingga pernikahannya disahkan gereja di akhir cerita.

BACA JUGA :  Penggunaan Huruf Miring dalam Novel

Sementara sekuelnya juga sama. Tentang gadis yang butuh uang demi ibunya sampai tergiur ingin menyerahkan diri pada pemilik kasino tajir melintir yang tampak menyukainya. Namun, nuraninya bicara berbeda. Dia terus berjuang menahan hasratnya pada sang Sugar Daddy.

Shirei nggak berani menulis cerita yang kegiatan terlarangnya diumbar di depan, pada platform daring, karena BELUM TENTU SEMUA ORANG AKAN MEMBACA SAMPAI TAMAT.

Bagaimana jika pembaca hanya membaca sebagian dan justru mengambil hikmah yang salah? Naudzubilla Min Dzalik.

Shirei nggak berani ambil risiko itu.

Surga dan neraka itu terlalu besar untuk dipertaruhkan.

Bahkan Allah bersumpah,
“Nun, demi Qalam (pena) dan apa yang mereka tulis.”
(QS. Al Qalam ayat 1)

Sebaik-baiknya manusia adalah YANG MEMBERI MANFAAT bagi sesamanya, dan bukan yang menjerumuskan orang lain ke dalam kesesatan yang nyata.

Pena kita adalah senjata. Be wise!

The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing

The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. – Edmund Burke

Orang-orang baik tumbang bukan hanya karena banyaknya orang jahat, tetapi karena banyaknya orang-orang baik yang diam dan mendiamkan.

Lalu kalau ada yang bilang kalau, “Anak kecil sekarang pinter-pinter ngakalin umur biar bisa baca erotica romance, jadi PERCUMA diceklis.”, Shirei cuma bisa bilang, “Tanyakan nurani. Apa sebegitu pentingnya popularitas daripada menyediakan bacaan sesuai ratingnya?”

Kalau diceklis mature mungkin cuma 100 anak ‘bandel’ yang baca. Kalo nggak diceklis mungkin 1 juta anak yang baca.

Lagi pula, sudah lepas tanggung jawab kita karena telah memberi rating yang pas.

Jangan taruh cerita erotic di platform yang anggotanya tidak punya filter usia dan tidak memiliki mature filter. 

Jadi, pertanyaannya, sudahkah kita memberi rating yang sesuai untuk cerita kita?

Ataukah ‘erotica romance’ atau judul-judul mesum menjadi dalih pembenaran semata?

Apakah kita siap dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang kita tulis. Bukan dengan mulut, tapi dengan anggota tubuh lainnya di akhirat kelak?

Semua kembali ke diri masing-masing.

Teruslah menulis untuk kebaikan dunia dan akhirat. Shirei percaya, kalau kita semua percaya kengerian neraka, tidak akan ada yang berani ‘main-main’ di dunia lagi dan menukar dengan ketenaran atau uang semata.

7 thoughts on “Batasan Pornoliterasi”

  1. Kaaak setuju banget dari atas sampai bawah. Ngeri-ngeri sedep tiap baca judul-judul begitu, apalagi kalau sampai menulis cerita tipe begitu. Selain porn, adegan seks nonkonsensual juga meresahkan tuh. Di saat masyarakat lagi gencar melawan rape dan pelecehan, masih ada aja penulis yang menganggap disentuh tanpa persetujuan itu seksi asal pelakunya good looking. Dari gaya penulisan dan balasan komennya pun saya ragu si penulis sudah cukup umur. 🙁

    Reply
  2. Setuju bangeeet. Kesel sama cerita² yg kaya gitu tpi gk ada valuenyaa. Good jobbb Kak. Btw aku daftar biar bsa subs tdi tpi kayanya sistem lg error ya kak?

    Reply

Leave a Comment

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.