5 Tips Membuat Karakter Novel yang Relatable

Mau belajar menulis novel 2025-2026?
Buka mentoring menulis novel, baik umum, asistensi sinopsis, dan privat.
Langsung Whatsapp 081212707424 untuk info lebih lanjut.
BACA JUGA :  Tips Naskah Wattpad Bisa Terbit Mayor, Indie, atau Self Publish 2021

5 Tips Membuat Karakter Novel yang Relatable

Hai, para penulis kreatif! Pernah nggak sih kamu baca novel terus tiba-tiba berhenti karena karakternya kayak robot? Nggak ada emosi, nggak ada konflik batin, bahkan cara bicaranya kayak ei ai. 😅

Namun, pernah nggak sih kamu baca novel, terus pas bukunya ditutup, kamu merasa kehilangan banget sama tokoh utamanya? Kayak baru aja ditinggal gebetan pindah ke luar negeri. Nah, itulah kekuatan dari karakter yang relatable.

Banyak penulis (Shirei kadang juga masih gitu, kok!) terjebak pengin bikin karakter yang sekeren mungkin, sehebat mungkin, dan secantik/setampan mungkin. Padahal, rahasia supaya pembaca jatuh cinta itu bukan di kesempurnaan, tapi di sifat manusiwai tokoh tersebut.

Yuk, kita bedah bareng-bareng bagaimana cara meramu bumbu yang pas buat tokoh kita.

Karena Shirei juga pernah ngalamin dan dapat banyak masukan dari editor, Shirei coba sharing tip yang sudah pernah Shirei dapetin.  Makanya, di awal tahun 2026 ini kita bahas 5 tips bikin karakter novel yang relatable—yang bikin pembaca bisa masuk banget ke karakternya dan bukan cuma mengerutkan kening dari kejauhan. Yuk, simak!

BACA JUGA :  Proses Kreatif Obsessive Loves Novel Mayor Gramedia dari Wattpad

Kenapa Karakter Relatable Itu Penting?

Bayangin deh: kamu beli novel karena covernya keren, tapi pas baca, tokoh utamanya selalu tahu solusi semua masalah tanpa usaha. Hadeh, males lanjut kan? Karakter yang relatable itu jembatan antara dunia fiksi dan pembaca. Mereka bikin orang rela bergadang, nangis di halaman 200-an, bahkan bikin fanfiction! Contohnya, Ribuan fanfic Naruto atau Lord of the Rings bertebaran di Internet.

Ciri karakter novel yang bagus

Tip 1: Kasih Kelemahan yang Manusiawi

Jangan takut bikin karaktermu nggak sempurna. Justru di situlah letak kekuatannya! Shirei sering ketemu penulis pemula yang takut “merusak” tokoh utama dengan kelemahan. Padahal, kelemahan itu yang bikin mereka hidup. Contoh:
Hermione Granger super pintar, tapi sering overthinking.
Tony Stark jenius, tapi toxic karena trauma masa lalu.

Nah, kalau mau eksplor lebih dalam tentang sifat toxic yang bikin karakter multidimensi, baca artikel kita: 12 Tipe Mental Abuse yang Bisa Dipakai untuk Novel. Di sana, kita bahas cara pakai dinamika manipulasi untuk bikin konflik yang realistis!

Tip 2: Bikin Riwayat Hidup yang Membentuk Mereka

menurut Shirei, karakter itu kayak pohon. Akarnya harus kuat. Shirei selalu bikin backstory detail buat tokoh, meski cuma 10% yang dipakai di cerita. Misalnya:
– Kenapa tokoh A takut sama komitmen? Karena ditinggal orang tua sejak kecil.
– Kenapa tokoh B hobi masak? Dulu, ini cara dia menghibur adiknya yang sakit.

BACA JUGA :  Cara Mengatasi Writer's Block

Dengan riwayat hidup yang jelas, reaksi mereka di cerita jadi masuk akal. Pembaca nggak akan heran kalau tokohmu tiba-tiba marah saat lihat hujan, karena hujan mengingatkannya pada hari pemakaman ibunya.

Tip 3: Interaksi dengan Lingkungan Sekitar

Karakter yang relatable itu bereaksi dengan dunianya. Coba perhatikan cara mereka:
– Ngobrol sama tukang bakso langganan.
– Bereaksi saat listrik mati pas deadline.
– Cara mereka menyapa tetangga yang menjengkelkan.

Contoh : Sherlock Holmes. Karakternya nggak cuma jenius, dia juga ngegas kalau London macet, atau terus merokok padahal batuk-batuk karena lagi fokus kasus. Detail kecil kayak gini bikin pembaca merasa, “Wah, dia juga manusia ternyata!”

Tip 4: Konflik Batin yang Nggak Melulu Soal Dunia

Kita sering terjebak bikin konflik besar: perang, kiamat, atau dendam seumur hidup. Tapi konflik batin sederhana justru lebih menyentuh. Misalnya:
– Mau jujur atau bohong demi melindungi sahabat?
– Pilih karir impian atau keluarga?

Cerita Shirei di Wattpad banyak bilang pembaca lebih ingat karakter yang punya pergulatan moral kecil daripada yang melawan alien. Jadi, jangan takut eksplor hal “sepele” kayak rasa nggak aman atau rindu rumah.

Tip 5: Biarkan Mereka Berubah (Namun, Jangan Dipaksain)

Perubahan karakter harus bertahap dan logis. Jangan sampe tokoh yang pemalu di bab 1 jadi pembicara TED Talk di bab 5 tanpa proses! Shirei punya trik:
1. Tentukan titik balik spesifik (misal: kehilangan pekerjaan).
2. Tunjukkan perlawanan internal (“Aku nggak mau berubah!”).
3. Beri konsekuensi dari perubahan itu (misal: kehilangan teman lama).

BACA JUGA :  Bolehkah Melanggar EYD demi Seni?

Contoh : Zuko dari Avatar: The Last Airbender. Perjalanannya dari villain ke pahlawan butuh 3 musim dan itu yang bikin penonton rela nungguin setiap episodenya! Snape juga. Sampai Alan Rickman mau stop jadi dia kalau nggak dikasih bocoran.

Ayo, Coba Hari Ini!

Karakter novel yang relatable itu bukan lahir dari langit, tapi dari observasi dan keberanian menulis hal “tidak sempurna”. Yuk, praktikkan satu tips hari ini:
– Coba tambahkan 1 cacat kecil di tokoh utamamu.
– Atau tulis adegan di mana dia bereaksi pada hal sepele (misal: kehabisan beras).

Kalau mau belajar lebih dalam soal karakter, bisa ikut kelas menulis Shirei di Whatsapp. Kontak Whatsapp Shirei langsung, ya! Nomor di pin di atas blog.

Oh ya, kalau kamu masih bingung cari konflik yang bikin karakter berkembang, baca juga panduan kita tentang 12 Tipe Mental Abuse yang Bisa Dipakai untuk Novel. Dijamin, tokoh jahat (atau baik) kamu bakal lebih berkesan!

Jangan lupa share artikel ini ke sesama penulis yang lagi stuck! Semoga bisa jadi pahala jaroyah buat kita semua. 💖

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.
Scroll to Top