5 Tipe Nada Dialog Tag untuk Novel

Mau belajar menulis novel 2025-2026?
Buka mentoring menulis novel, baik umum, asistensi sinopsis, dan privat.
Langsung Whatsapp 081212707424 untuk info lebih lanjut.
BACA JUGA :  Cara Membuat Blurb atau Sinopsis Singkat pada Cover Belakang Novel

5 Tipe Nada Dialog Tag untuk Novel : Agar Dialog Karakter Tidak Itu-itu Saja

Pernah nggak merasa dialog dalam naskahmu terdengar datar dan monoton? “Katanya,” “ujarnya,” “tanyanya,” berulang-ulang seperti kaset kusut [keliatan umurnya]. Sama seperti kita punya banyak cara berbicara dalam hidup nyata—dari berbisik sampai berteriak—karakter dalam cerita juga butuh variasi. Di sinilah dialog tag yang kreatif berperan.

Dialog tag (atau speech tag) adalah petunjuk kecil yang mengidentifikasi siapa yang berbicara dan bagaimana cara mereka berbicara. Menguasai macam-macam dialog tag adalah skill sederhana yang dampaknya besar: menghidupkan adegan, memperjelas emosi, dan membuat pembaca betah dalam percakapan karakter-karakter kita.

Kalau untuk cara nulisnya sudah pernah Shirei bahas di : Cara Menulis Dialog Tag

Jadi kali ini, kita eksplorasi berbagai pilihan tag dialog yang bisa kita gunakan, jauh melampaui sekadar “kata”.

Syarat Dialog Tag

Kenapa Sampai Ada 5 Tipe Nada Dialog Tag untuk Novel?

Bayangkan adegan ini: dua karakter sedang bertengkar hebat. Jika kita hanya menulis:

“Aku benci kamu!” kata Andi.
“Aku juga!” kata Budi.

Adegannya kehilangan energi dan nuansa emosional. Sekarang, coba dengan tag yang lebih spesifik:

“Kamu yang mencuri!” seru Andi, matanya merah.
“Enak saja!” bantah Budi sambil membalikkan badan.

Terasa lebih hidup, kan? Tag dialog seperti “seru” dan “bantah” langsung memberi petunjuk tentang volume, emosi, dan bahkan gerakan tubuh (action beat). Penggunaan macam-macam dialog tag yang tepat membantu show, don’t tell dengan sangat efisien.

Kategori dan Contoh Dialog Tag dalam Bahasa Indonesia

Berikut adalah beberapa kategori tag dialog beserta contohnya yang bisa memperkaya naskahmu.

1. Suara Keras dan Emosi Tinggi (Loud Voice)

BACA JUGA :  5 Cara Membuat Tokoh Pendamping yang Menarik

Shirei ambil dari beberapa istilah berbahasa Inggris sekalian kalau teman-teman butuh nulis dalam bahasa Inggris. Kan platform menulis online makin banyak yang butuh bahasa Inggris.

  • Shout (Berteriak/Berseru): Ini standar kalau suara keras.

    • Contoh: “Awas ada batu!” seru Rina.

  • Scream/Shriek (Menjerit/Memekik): Ini levelnya di atas teriak. Biasanya karena ketakutan ekstrem atau histeris. Suaranya high pitch.

    • Contoh: “Ada kecoa terbang!” jerit Dika.

  • Bark (Membentak/Menghardik): Digunakan saat tokoh bicara cepat, keras, dan galak. Kayak orang yang lagi emosi sesaat.

    • Contoh: “Diam kamu!” bentak Pak Guru.

2. Suara Pelan dan Rahasia (Low Voice)

Ini sering ketukar-tukar nih penggunaannya kalau yang bule.

  • Whisper (Berbisik): Suara tanpa getaran pita suara, biasanya karena nggak mau didengar orang lain.

    • Contoh: “Jangan berisik, nanti ketahuan,” bisik Maya.

  • Mutter (Bergumam): Bicara dengan suara rendah, biasanya ngomong sama diri sendiri atau protes pelan.

    • Contoh: “Dasar pelit,” gumam Andi sambil berlalu.

  • Mumble (Komat-kamit/Menggerutu): Bicara nggak jelas. Kata-katanya “tertelan” di mulut.

    • Contoh: “Aku nggak tahu jawabannya,” gerutu Susi tak jelas. (Atau bisa pakai deskripsi aksi: mulutnya komat-kamit tak jelas).

3. Nada Negatif dan Agresif

Ada Hiss dan Whine. Ini favorit Shirei buat bikin karakter antagonis atau karakter yang lagi nyebelin.

  • Hiss (Mendesis): Bicara dengan penekanan tajam, biasanya karena marah yang ditahan atau benci banget. Bayangin suara ular.

    • Contoh: “Keluar dari rumahku,” desis wanita itu tajam.

  • Whine (Merengek): Nada bicara yang menyebalkan, panjang, dan cengeng. Biasanya dipakai anak kecil atau tokoh yang manja.

    • Contoh: “Tapi aku mau mainan ituuu,” rengek si adik.

4. Gangguan Bicara (Speech Impediment)

Di gambar ada Stutter atau Stammer.

  • Stutter/Stammer (Gagap/Terbata-bata): Bicara terputus-putus karena gugup, takut, atau memang punya gangguan bicara.

    • Contoh: “A-aku… ti-tidak mengambilnya,” tergagap pencuri itu.

5. Percakapan Santai

Kalau dalam narasi novel Indonesia, kata “mengobrol” (chat) jarang dijadikan dialog tag langsung (seperti: “Halo,” obrol Budi <— ini aneh).

BACA JUGA :  Cara Membuat Premis Novel

Biasanya kita tetap pakai variasi standar atau aktivitas:

  • Talk/Speak: Berkata, ujar, ucap, tutur, kata.

  • Chat: Lebih sering masuk ke narasi aksi.

    • Contoh: “Lama nggak ketemu, ya,” sapa Budi ramah.

💡 Bingung Memilih Tag yang Pas untuk Karakter & Situasi?

Menguasai macam-macam dialog tag itu baru langkah awal. Keahlian sesungguhnya adalah memilih tag yang paling mencerminkan kepribadian karakter dan tensi adegan. Karakter yang pemalu tentu jarang “membentak”, sedangkan karakter yang angkuh mungkin sering “menyeringai” sebelum bicara.

Kalau kamu ingin mendalami cara membangun karakter yang konsisten dan menulis dialog yang berjiwa, semua itu bisa dipelajari dengan struktur dan feedback di Kelas Menulis Shireishou. Di kelas, kita tidak hanya teori, tapi juga praktik menulis adegan dan analisis bareng-bareng.

Cek potingan di paling atas blog ini atau klik banner LES PREMIUM di sidebar [bawah kalau versi mobile]! Atau kontak Whatsapp : 0812-12-707-424 

Bonus : Tag yang Menunjukkan Emosi atau Sikap

Tag ini sangat powerful karena langsung menyentuh psikologi karakter.

  • Mendesah: Bisa menunjukkan kelegaan, kesedihan, atau kejenuhan.

  • Menggerutu/Menggerundel: Untuk ketidakpuasan atau omelan yang kurang jelas.

  • Menyeringai: Sering diikuti dengan ucapan sarkastik atau jahat.

  • Membela: Untuk menunjukkan dukungan atau pembelaan.

  • Mengeluh: Sudah jelas, untuk situasi mengeluh.

  • Membujuk/Membujuk-rayu: Untuk percakapan persuasif.

Masih banyak dialog tag lainnya. Coba cari yang belum Shirei tulis. Bisa coba sebutin lainnya?

Kapan Menggunakan “Action Beat” sebagai Pengganti Tag?

Ini adalah teknik tingkat lanjut yang sering paling efektif. Alih-alih menggunakan tag seperti “katanya”, kita mendeskripsikan aksi atau gerakan si karakter.

  • Contoh: Dia menghela napas panjang. "Baiklah, aku setuju."

  • Contoh: Matanya menatap lurus ke pintu. "Siapa di sana?"

Action beat tidak hanya menghindari pengulangan “kata”, tapi juga memperkaya adegan secara visual, mengatur pacing, dan menunjukkan emosi melalui gerak tubuh. Teknik ini adalah cara lain menerapkan prinsip show, don’t tell sekaligus mengatasi kebuntuan di tengah novel dengan memberi variasi pada halaman yang penuh dialog.

BACA JUGA :  Cara Membuat Blurb atau Sinopsis Singkat pada Cover Belakang Novel

Tips Menggunakan Macam-macam Dialog Tag dengan Bijak

  1. Tag yang Tidak Perlu: Dalam percakapan dua orang yang bergantian cepat, kita bisa menghilangkan tag setelah pembicara pertama dan kedua jelas. Terlalu banyak tag justru mengganggu. Shireishou ada 12 dialog beruntun tanpa dialog tag di cerita Deliverance-Dimensional Fugitive dan tidak bikin bingung. Tebak kenapa? heheh

  2. Prioritaskan “Kata” dan “Tanya”: Tag netral ini seperti bumbu dasar. Mereka tidak mencolok dan aman. Gunakan tag yang lebih spesifik (“membentak”, “mendesah”) hanya saat diperlukan untuk menekankan perubahan emosi atau nada.

  3. Hati-hati dengan Tag “Dewanya”: Hindari tag yang terlalu melodramatis atau jarang digunakan dalam percakapan nyata, seperti “menyampaikan”, “mengungkapkan”, atau “melontarkan” terlalu sering. Pilihlah kata yang natural atau sekalian tidak usah dikasih.

  4. Baca Keras-keras: Cara terbaik menguji keefektifan dialog dan tag-nya adalah dengan membacanya keras-keras. Jika terdengar kaku atau aneh, saatnya revisi.

Kesimpulan: Pilih Kata yang Bicara Lebih Keras

Mengenal macam-macam dialog tag memberi kita kotak peralatan yang lebih lengkap. Tujuannya untuk memilih kata yang paling tepat—kata yang secara tak terlihat membimbing pembaca memahami nada, emosi, dan dinamika percakapan antar karakter.

Mulailah dengan lebih peka pada tag yang kita gunakan. Apakah semua hanya “kata”? Cobalah selipkan satu action beat atau ganti dengan tag yang lebih spesifik di adegan penting. Lihat bagaimana itu mengubah rasa dan ritme tulisanmu.

Gimana? Tag dialog atau action beat apa nih yang jadi favorit atau justru paling sering kamu lupa gunakan? Share contoh kalimatmu di kolom komentar, yuk! Mari kita belajar dan kumpulkan ide bersama.

Ingin melihat bagaimana penulis-penulis besar mengolah dialog dan tag-nya? Coba analisis novel favoritmu dan pelajari teknik menulis dialog dari master sastra yang karyanya sudah teruji melalui ulasan-ulasan mendalam di sumber-sumber terpercaya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.
Scroll to Top