cara menulis novel yang baik

Lima Kesalahan Umum Seorang Penulis dan Cara Memperbaikinya

Lima Kesalahan Umum Seorang Penulis dan Cara Memperbaikinya

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari sebagai penulis. Akan tetapi, tidak sedikit penulis yang enggan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Entah atas alasan malas atau sudah merasa paling  canggih dalam tulis-menulis. Akibatnya, kemampuan menulisnya mandek dan tidak berkembang lagi. Eksekusi ceritanya begitu-begitu saja dan monoton. Setelah beberapa waktu, Shirei sering menerima curhatan juga menemukan pola saat memeriksa novel murid mentoring novel privat. Di situ Shirei menemukan. Lima Kesalahan Umum Seorang Penulis dan Cara Memperbaikinya Tentu saja, tidak semua penulis mau mengakui memiliki kelemahan. Kebanyakan yang enggan belajar itu, justru tidak sadar memiliki kelemahan diri. Jujur saja, memahami kelemahan diri lebih sulit dibandingkan mendapat masukan dari orang lain. Akan tetapi, hal ini tidaklah mustahil. Karena itu, buat kamu yang mau berkembang dengan baik, yuk mulai evaluasi kelemahan tulisan sendiri. Shirei pun sering melakukan ini karena jujur aja, Shirei masih jauh banget dari standar ‘bagus’ yang Shirei kejar. Jadi, kali ini Shirei bikin artikel tentang Lima Kesalahan Umum Seorang Penulis dan Cara Memperbaikinya Semoga saja kita bisa sama-sama menggali dan berkembang lebih baik lagi! Sebelumnya, kita harus mengosongkan isi kepala. Karena paling berat saat mengoreksi diri sendiri adalah perasaan bahwa semua yang kita kerjakan sudah sangat baik. Juga perasaan malu karena kita punya kelemahan yang mungkin sudah dilihat pembaca. Singkirkan semua rasa jengah agar kita bisa menulis dengan lebih baik. Lima Kesalahan Umum Seorang Penulis dan Cara Memperbaikinya 1. Tidak Mau Revisi Tidak ada tulisan yang sekali jadi. Semua pasti butuh REVISI. Dan meski tampak membosankan, proses ini harus dilalui oleh kita sebagai penulis. Lakukan Revisi dulu, baru diedit. Jangan menggabungkan kedua proses bersamaan. Nanti kepala pusing dan malah tidak fokus. Eh? Bedanya apa? Ini dia bedanya. Kalau bingung, langsung tanya aja di kolom komentar, ya!   2. Kurang Fokus Premis tidak kuat hingga kisah pun melenceng ke mana-mana. Cara membuat premis bisa dibaca di Cara Membuat Premis Novel Misal, tentang seorang Pembunuh Bayaran yang ingin bertobat jatuh cinta pada seorang penjahit tetangganya yang ternyata korban rudapaksa rnam orang. Namun, di tengah kisah melebar tentang konflik di tempat kerja si mantan pembunuh, lalu membahas soal pekerjaan jahitnya, dll. Memang terlihat ‘nyambung’, tapi sebenarnya melenceng. Apa pun tipe menulis kita, baik plotter maupun pantser, pastikan premisnya kuat dulu. Lihat bagaimana Shirei membuat cerita Asa dan Gara tetap fokus pada track-nya, meski tampaknya tetap harus ada revisi besar untuk memperbanyak perjuangan Gara lepas dari masa lalunya sebelum mendapatkan Asa. 3. Kalimat Tidak Efektif dan berputar-putar Kalau bermain di platform premium, pasti sudah tidak asing dengan ‘dibayar berdasarkan banyaknya jumlah kata‘. Hal ini mengakibatkan tulisan jadi melebar tidak karuan. Misal penyebutan warna mata berulang-ulang. Penyebutan pakaian di satu scene yang sama berkali-kali, dll. Sebenarnya, kalau menulisnya sistem kebut-kebutan, maka akan sulit sekali menghindari pemborosan kata ini karena tidak adanya waktu untuk mengedit. Namun, jika untuk buku cetak, ada baiknya untuk membaca ulang dan melakukan editing yang diperlukan. Bersabarlah untuk membaca ulang karya kita dari awal. 4. Terlalu terpengaruh Pembaca Saat kita sudah menentukan pasangan cerita kita, misal A dengan B dan bukan dengan C, lalu banyak pembaca protes. Kita akhirnya berubah ke C. Padahal tidak ada hint-hint kalau C tuh bakalan jadi sama A. Bisa jadi malah plot hole. Atau ada penulis yang tiap pembaca marah-marah dan menuntut plot sesuai keinginan mereka, penulis pun ikutan. Akibatnya, plot hole bisa terjadi di mana-mana. Ayo angkat kepala! Jangan mau diatur pembaca jika kita sudah punya rencana matang dengan cerita kita. Kalau mau mengambil ide pembaca, harus dipastikan baik-baik semua sudah ‘mulus’ dan tidak akan menimbulkan kesalahan. 5. Berhenti Sebelum Selesai Jangan tergoda menulis cerita baru kalau cerita lama belum selesai. Karena, biasanya meski cerita baru terlihat lebih indah, tapi akan berhenti jika tiba-tiba kita menemukan ide baru lagi. Tulis saja premis kasar. kalau belum puas, bikin juga covernya lalu simpan di draft. Yang penting ‘lega’ dulu. Untuk Tips Mendesain Cover bisa dibaca di sini —- Nah, itu kesalahan umum yang cukup sering Shirei temui dan bahkan juga Shirei miliki. Teman-teman biasa kena yang mana? Shirei nomor 2. Ahahaha Romance selalu kebawa gelut. lol Semoga artikel Lima Kesalahan Umum Seorang Penulis dan Cara Memperbaikinya ini membantu, ya! Jangan ragu untuk drop komen kalau ada yang mengganjal. Kalau ada notifnya, InsyaAllah Shirei coba balas. Sampai jumpaaa….

Lima Kesalahan Umum Seorang Penulis dan Cara Memperbaikinya Read More »

Cara Kembali Menulis Setelah Writer Block dan Lama Tidak Menulis

Cara Kembali Menulis Setelah Writer Block dan Lama Tidak Menulis

Bingung cara nulis kembali setelah lama tidak menulis?  Pengin nulis lagi setelah didera writer block dalam waktu yang lama? Nggak tahu harus dari mana ketika ingin menulis setelah Hiatus gara-gara kesibukan lainnya? Di postingan kali ini, Shirei mau membuat tips : Cara Kembali Menulis Setelah Writer Block dan Lama Tidak Menulis Perasaan tidak tahu harus mulai dari mana, sering kali kita hadapi sebagai penulis. Apalagi jika sudah lama tidak menulis. Adapun penyebab kita menjadi kaku memulai setelah lama tidak menulis adalah : Tidak pernah latihan Semua skill jika tidak pernah dilatih, maka akan karatan. Biasa kita tahu kalimat efektif, nyusun SPOK saja bisa keder, kan? Akibatnya, kita bingung mau mulai darimana saat sudah lama tidak menulis. Kurang Membaca Diperburuk dengan minimnya minat membaca yang kita lakukan. Pas lagi males nulis, meski tidak selalu, tapi kebanyakan akan ikut males membaca. Kita memang bbisa belajar nyusun plot dan alur dengan menonton. Namun, menyusun diksi, tetap membutuhkan asupan gizi berupa bacaan.  Dengan tidak membaca, maka semua diksi dan tata bahasa akan lenyap dari kepala Strong Why yang ikutan hilang Jika lama tidak melakukan sesuatu hal, maka Strong Why alias alasan kuat kita melakukan sesuatu akan ikut terlupakan. Misalnya saja, awalnya kita menggebu-gebu ingin menerbitkan buku di penerbit kenamaan. Namun, setelaah kelamaan tidak menulis, niat itu pun lenyap. Mau menamatkan yang sudah ada saja, rasanya enggan. Minder Jikalau teman-teman sesama penulis masih lanjut menulis, sementara kita hiatus dalam waktu yang lama, bisaa-bisa mereka sudah menerbitkan di penerbit yang kita incar, sementara kita malah belum menulis apa pun. Akibatnya, ketika kita mau mulai kembali menulis, rasanya minder berat.   Nah, lalu gimana sih Cara Kembali Menulis Setelah Writer Block dan Lama Tidak Menulis ?   Berikut beberapa tips yang Shirei rangkum dari berbagai sumber serta dari pengalaman pribadi Cara Kembali Menulis Setelah Writer Block dan Lama Tidak Menulis 1. Percaya kalau kita masih punya kemampuan itu Seperti yang sudah Shirei katakan di atas, menulis itu melatih muscle memory juga. Apa pun yang sudah kita pelajari tidak akan mudah lenyap begitu saja. Hanya saja dia tenggelam jauh di dalam ingatan dan butuh waktu untuk menggalinya kembali. Namun, bukan berarti tidak mungkin. Semoga langkah-langkah yang Shirei tulis bisa membantu. 2. Kembalikan Strong Why yang hilang Ketika mood menulis sudah mengilang, yang pertama harus dikembalikan adalah NIAT utama kita. Sebaiknya, Strong WHY alias niat kita saat melakukan sesuatu tidak diserahkan kepada orang lain. Misalnya, ‘Ingin ceritaku dibaca BANYAK ORANG.’ Ini artinya menimpakan tujuan ke tangan orang lain. Kalau tidak banyak yang baca, maka akan hancur semua semangat. Strong WHY sebaiknya yang bisa kita kontrol sendiri. Misal, ‘Ingin menulis cerita yang bernilai pahala.’ atau ‘Ingin menamatkan dua cerita dalam satu tahun’, dll. Jadi, kegagalan or keberhasilan, semua tergantung pada usaha diri dan takdir Allah SWT. Bukan manusia lain. 3. Membaca yang banyak Isi bensin dengan membaca yang buanyaak. Tidak harus novel. Kalau mager, bisa mulai dari kumcer, atau artikel-artikel pendek. Setelah terbiasa, bisa baca novellet atau novela. usahakan baca yang sudah mengalami proses editing. Biar lebih terasah. 4. Membuat jadwal menulis Tidak perlu lama-lama. Cukup sepuluh menit saja. Tanpa media sosial, tanpa aplikasi chatting. Fokus. sepuluh menit sehari. Kalau di komputer bingung, coba menulis dengan kertas. Coret-coret saja. Entah hanya sekadar premis, atau potongan adegan acak. Yang penting menulis. 5. Membuat jurnal ide / premis Hal cukup mudah untuk mulai menulis adalah dengan menuliskan ide saja. Tanpa memedulikan diksi ataupun efektifitas kalimat. Mulailah dari merancang ide-ide. Tidak perlu yang megah. Kisah-kisah klise sederhana pun nggak apa, kok. 6. Riset Kalau masih stuck juga, tidak perlu memaksa menulis, RISET aja! Cari hal-hal menarik yang ingin kita tulis, lalu catat hasilnya. Siapa tahu menaikkan semangat buat menuliskan hasil risetnya, kan? 7. Jangan terburu-buru Jangan kepengin langsung lepas dari semua rasa mandeg yang mendera. Yang penting konsisten diperjuangkan. 8. Mencari Kesalahan dari karya lama Masih belum bisa juga? Coba baca karya lama dan catat semua kelemahan yang pernah dilakukan. Siapa tahu bisa dapat insight baru dan bersemangat buat berkarya or malah revisi. 9. Keseimbangan berkarya dan istirahat Jangan lupakan beristirahat. Kadang yang bikin mentog, bukan karena hilang strong why, tapi karena terlalu lelah hingga burnt out. 10. Abaikan orang lain Hal lain yang bikin kita minder adalah terlalu sering menoleh dengan pencapaian orang lain. Makanya, pasang kacamata kuda dan teruslah melangkah. *** Tidak semua penulis akan terkenal, tapi klita tidak tahu takdir apa yang menanti kita di depan sana. Jadi, pelan-pelan, teruslah berusaha! Semoga tips Cara Kembali Menulis Setelah Writer Block dan Lama Tidak Menulis bisa membantu Langkah mana yang bisa teman-teman gunakan?

Cara Kembali Menulis Setelah Writer Block dan Lama Tidak Menulis Read More »

Cara Membuat Akhir / Ending Novel yang Baik

Cara Membuat Akhir / Ending Novel yang Baik

Ada banyak cara untuk mengakhiri novel yang kita tulis. Mau itu berakhir bahagia, sedih, atau akhir yang terbuka supaya pembaca bisa mengkhayalkan ceritanya sendiri. Shirei pribadi paling suka menulis dan membaca novel yang memiliki akhir bahagia. Soalnya di tengah udah menderita. Kalau sampai akhir tetap menderita rasanya kok mengenaskan. Ahahaha Tentu saja, tidak ada larangan untuk membuat akhir tragis dan menyedihkan hingga menguras air mata pembaca hingga kisah novel kita pun terasa nyata. Akhir seperti ini biasanya akan lebih diingat karena umumnya memberi dampak lebih besar daripada akhir yang bahagia. Kita bukan akan membahas tiga tipe ending cerita, tapi lebih ke Cara Membuat Akhir / Ending Novel yang Baik. Ending seperti apa yang tetap bisa diterima pembaca meskipun pada akhirnya hero / heroine tidak berakhir bahagia. Bagaimana menyusun akhir kisah yang membuat pembaca merasa puas dan tidak berpikir bahwa karya yang kita tulis ‘nggak jelas. Ini mungkin ada sedikit gambaran tentang pengertian akhir cerita yang bagus versi Shirei. Buat yang nggak bisa membuka gambar, Shirei salinkan tulisannya. Akhir yang baik adalah akhir yang masuk akal dan menyelesaikan semua masalah yang dijabarkan di awal cerita. Pembaca juga akan menghapuskan semua pertanyaan dari kepala saat membaca novel yang kita tulis. Bahkan ending yang sangat baik adalah akhir yang akan dikenang pembaca hingga nanti. Nah, Lalu bagaimana sih membuat akhir yang baik itu? Pertama-tama, dilansir dari laman Masterclass, yang harus diingat ada empat hal yang membuat sebuah akhir novel menarik : 1. Resolusi: Akhir cerita harus selalu merangkum dan menyelesaikan konflik utama yang kita susun di awal novel. Seorang pembaca harus memiliki perasaan bahwa ceritanya sudah selesai. 2. Transformasi: Tidak hanya plot yang selesai, karakter utama pun harus BERUBAH menjadi sesuatu yang berbeda daripada bagaimana mereka ada di awal cerita. Entah semakin baik atau semakin buruk, semua tergantung pada cerita. Yang jelas, perubahan ini penting karena di sinilah pembaca akan merasakan perjuangan pemeran utama telah mendapatkan ‘hasil’. Jadi ini adalah Cara Membuat Akhir / Ending Novel yang Baik 3. Ketegangan: Ketika mau menuju akhir, pembaca sebaiknya dibuat setegang mungkin di konflik utama. Hingga saat pembaca masuk ke bagian akhir, kepuasan itu melonjak! Seperti saat kita menonton pertandingan bulutangkis di mana draw di akhir pukulan. Begitu kemenangan tiba, rasanya SUPER sekali daripada yang sejak awal sudah memimpin di depan. 4. Kejutan: Banyak yang suka akhir yang mengejutkan. Namun, bagi Shirei, tidak bisa membuat plot twist pun tak mengapa. Karena cerita yang baik tidak ditentukan oleh banyaknya plot twist. Namun, bagaimana kisah kita bisa membuat pembaca bertahan membaca sampai akhir dan merasakan kepuasan 💖💖💖 Setelah mengetahui empat alasan akhir novel kita dinilai baik, sekarang kita bergerak ke Cara Membuat Akhir / Ending Novel yang Baik 1. Pastikan kita tahu akhir sebelum mulai menulis Gimana kalau tipe pantser yang maunya langsung nulis nggak pakai plotting?  Enggak pakai plotting bukan berarti nggak ada perencanaan. Umumnya, cerita yang sudah diketahui akhirnya akan lebih mudah disusun daripada yang sambil jalan. Mengurangi kemungkinan plot hole, juga masalah yang tidak selesai. Coba dibayangkan kita mau jalan, tapi nggak tahu mau ke mana. Akhirnya cuma muter-muter ngabisin bensin, tapi nggak tahu mau ke mana. Tiba-tiba pengin ke Bandung, eh, lupa bawa koper misalnya. Berbeda kalau kita mau ke Surabaya. Kita bisa mengecoh pembaca berpura-pura mau Ke Jogja ternyata lanjut ke Surabaya. Semacam itulah. Tidak perlu kerangka detail kalau kamu termasuk penulis pantser. Namun, setidaknya, mengetahui apa akhir ceritamu akan sangat membantu 2. Pastikan karakter amat menderita di klimaks cerita Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa semakin ketegangan memuncak, kemenangan akan terasa semakin manis 3. Pastikan karakter berubah Jika kamu tidak terbiasa membuat plot sebelum menulis, setidaknya buat sebaik mungkin karakter novelmu, bahkan yang karakter antagonisnya. Karakter tidak harus menjadi lebih baik, bisa saja dia meninggal atau bahkan masuk penjara. Namun, karakter ini HARUS BELAJAR menjadi sesuatu yang baru karena perjalanannya selama bertualang di dunia novel yang kita tulis. Perubahan ini sebaiknya signifikan, mencolok, dan terasa penting bagi cerita. Misal di kisah Asam Garam Asa dan Gara, Gara si Pembunuh bayaran pas akhir berubah jadi sosok yang berjuang menjadi suami yang saleh. Demikian Asa yang korban rudapaksa hingga trauma pada laki-laki, akhirnya berjuang menjadi istri yang salehah. 4. Pastikan semua masalah selesai Kalau kamu tipe pantser, tiap ada masalah, tolong dicatat. Jadi kalau masalah tersebut selesai, beri ceklis. Jangan sampai pas ending masih ada misteri yang tidak terselesaikan. 5. Pastikan akhirnya tidak memaksa Banyak akhir yang berujung memaksakan cerita demi plot twist. Misal tadinya sepanjang cerita A mau dijodohkan dengan B. Tiba-tiba tanpa petunjuk apa-apa, hanya karena ingin membuat ending yang mengejutkan, kita membuat A jadian sama C. Padahal belum pernah ada latar belakang bagaimana C bisa mungkin jadian sama A. Akhirnya cerita jadi terasa memaksakan dan janggal. 6. Tidak perlu sampai happily ever after Kadang, kita nggak perlu membuat akhir yang sampai punya anak. Kadang, untuk kisah romansa, cukup sampai lamaran pun boleh. Intinya, jangan terlalu mengekang pikiran pembaca, Biarkan mereka berkreasi sendiri akan akhir ceritanya. 💖💖💖 Demikianlah, Cara Membuat Akhir / Ending Novel yang Baik Kamu suka akhir novel yang bagaimana? Happy end? Sad end? Gantung end? Ahahahah

Cara Membuat Akhir / Ending Novel yang Baik Read More »

Cara Menulis Novel dari Kisah Nyata

Cara Menulis Novel dari Kisah Nyata

Ada beberapa permintaan dari pembaca social media Shirei dan juga pembaca blog Tips Menulis Novel Gratis ini tentang gimana sih kalau ingin menjadikan kejadian sehari-hari yang dialami untuk menjadi novel? Apalagi akhir-akhir ini kisah dengan embel-embel “Diangkat dari kisah nyata” laris manis di pasaran. Misal, kita dalam hidup ini InsyaAllah pernah mengalami aneka perjalanan menarik, bukan? Nah, bagaimana caranya agar bisa menulis kisah nyata tersebut agar menjadi novel yang juga seru dirasakan oleh orang lain. Cara Menulis Novel dari Kisah Nyata Ada beberapa rambu-rambu sebelum kita menulis dari kisah nyata. Lebih tepatnya, dalam urusan etika, ya. Mari kita cek ya! 1. Jika kisah ini dari pengalaman sendiri  Apakah ini akan membuka aib orang lain? Apakah antagonis di cerita kita itu sudah bertobat? Jangan sampai ketika orang tahu kalau kisah ini adalah kisah si Penulis, lalu menghubung-hubungkan dengan kenalan-kenalan si Penulis. Padahal si Antagonis telah bertobat. Hasan Al Basri berkata, “Para sahabat dan tabi’in memiliki konsep, barang siapa yang mencela saudaranya, karena dosa-dosanya, sedangkan saudaranya itu sudah bertaubat kepada Allāh, maka si pencela tidak akan meninggal dunia kecuali dia akan mengalami dosa saudaranya tersebut.”  [ HR. Ibnu Abid Dunya dalam kitab Ash-Shamt]  Sumber: https://muslim.or.id/ Shirei sangat menyarankan kalau itu kisah diri sendiri, sebisa mungkin disamarkan agar tidak ketahuan kalau itu punya sendiri, atau gunakan nama pena yang benar-benar beda agar orang tidak menyadari itu kisah kita. 2. Kalau ini kisah dari orang lain Adab yang baik adalah meminta izin terlebih dahulu apakah kisahnya boleh dijadikan novel. Karena tidak semua orang suka kisahnya dijadikan cerita apalagi diviralkan. 3. Kalau kisah nyata ini dari berita atau gosip di sosial media Tetap sebaiknya minta izin terlebih dulu. Jangan sampai di akhirat kita kesandung masalah pas hissab gara-gara orang yang mengalami kejadian tidak rida. “Lha? Ribet dong ya kalau kudu nyamar atau izin dulu? Maunya langsung nulis aja, nih!” Itu kalau kamu mau menulis dengan jelas di novel kamu bahwa INI ADALAH KISAH NYATA! Jadi, apa pun yang akan kamu tulis dalam novel adalah KENYATAAN. Shirei harus mengingatkan Hadist ini : Shirei penganut, “Tidak mengapa menulis Fiksi selama DIJELASKAN kalau itu FIKSI.” Karena ada yang berpendapat jika menulis Fiksi itu haram mutlak. Shirei nggak ingin debat, ya. Yang jelas, dengan kondisi seperti ini, jangan sampai kita menyelipkan tulisan INI KISAH NYATA padahal kisah yang kita tulis adalah fiksi. Jadi di Cara Menulis Novel dari Kisah Nyata ini, Shirei berlepas diri kalau masih ada yang nekat menulis kisah fiksi, tapi diaku-aku kisah nyata demi viral. Karena masuknya berdusta banget. Setelah mengingat beberapa Adab di atas, kita mulai ke Cara Menulis Novel dari Kisah Nyata Tidak semua kejadian bisa dimasukkan Meski ada banyak hal yang ingin kita ceritakan, tapi tidak perlu kita masukkan. Pilih mana yang bisa dijadikan cerita mana yang harus dibuang. 2. Semua hal harus ada alasannya Meski di dunia nyata kita nggak tahu alasan antagonis menyerang kita, kenapa dia gedeg banget sama kita, kenapa dia memfitnah kita, kita harus tahu alasannya. Nah, di sinilah Shirei agak menghindari menulis DIANGKAT DARI KISAH NYATA. Shirei lebih suka menulis FIKSI YANG TERINPISRASI DARI KISAH NYATA. Karena kalau sampai kita salah menduga alasannya apa, jatuhnya fitnah. Ngeri, kan? 3. Kadang perlu bumbu lagi Tidak semua hidup kita cukup menarik jadi novel. Kadang kita perlu bumbu. Maka, dari kisah nyata ini, kita bisa tambahkan bumbu-bumbu pemanis atau pedas agar tulisan lebih seru. Misal tadinya tidak ada kasus anak yang kritis akibat kena pukul anaknya antagonis, tapi kita bisa tambahkan. Sekali lagi, kalau sudah ada bumbu, maka TIDAK BOLEH ditulis DIANGKAT DARI KISAH NYATA. 4. Pastikan tidak ada plot hole Jangan sampai ada bumbu-bumbu kebanyakan, malah jadi plot hole. Untuk mencegah terjadinya Plot Hole, bisa ikut MENTORING MENULIS NOVEL PREMIUM Shireishou. 5. Pilih Ending yang sesuai dengan keinginan Misal, kisah hidup kita pahit banget. Enggak indah kalau dijadikan novel. Maka, kita bisa mengubah akhirnya supaya jadi lebih indah. Contoh, ada kisah teman yang bercerai. Dia belum mendapatkan kebahagiaan. Maka, kita bisa membuatkan akhir bahagia untuknya. —- Apa masih ada yang ingin ditanyakan? Beginilah Cara Menulis Novel dari Kisah Nyata kali ini. Kamu suka nulis kisah nyata juga?

Cara Menulis Novel dari Kisah Nyata Read More »

Tips bikin 3

Cara Bikin Premis Novel yang Konsisten

Doeloeeee kala, Shirei udah pernah menulis tentang Cara Membuat Premis Novel tahun 2019 lalu di Blog Tips Menulis Novel Gratis ini. Namun, ternyata masih ada juga permasalahan yang timbul setelah membuat premis. Permasalahan ini yang terus menjadi pertanyaan ke akun sosial media Shirei. “Kenapa premis saya berubah-ubah alias tidak konsisten?” Cara Bikin Premis Novel yang Konsisten Nah, premis yang berubah-ubah berarti cerita kita pun berubah-ubah. Misal saja : Romeo and Juliet is about young lovers triumphing over their warring families by choosing love even unto death in order to be together. Nah, kalau tiba-tiba premisnya ganti, kan bisa berubah jadi … “Juliet akhirnya nekat mau kawin lari, tapi ternyata Romeo malah jatuh cinta dengan Rosaline.” Iya kalau berubahnya di depan sih nggak apa-apa, ya? Kalau udah jalan? Tiba-tiba semua jalan udah menunjukkan kalau Romeo dan Juliet akan bersatu, tiba-tiba penulisanya membelokkannya ke arah lain. Iya kalau ada hint-hint sebelumnya bisa disebut plot twist, ya! Alias memang sejak awal disengaja sama penulisnya. Akan tetapi, kalau di awal-awal tidak ada rambu-rambut kalau Romeo ada naksir sama Rosalline, tiba-tiba duaaar…. dia ninggalin Juliet, kan kentang namanya. Karena itu, mengetahui Cara Bikin Premis Novel yang Konsisten sangat penting. Ada beberapa alasan yang membuat seseorang mengubah-ubah premis yang sudah dibuatnya. Karena Premisnya tidak kuat Karena sebenarnya kamu nggak suka premisnya dari awal Karena bosan Karena nemu yang lebih seru Dipengaruhi Pembaca Sebenarnya, menggantik alur atau konflik kecil tidak masalah. Namun, kalau sampai mengganti konflik utama, itu baru masalah. Bayangkan jika di tengah-tengah cerita, konflik utama Romeo dan Juliet yang harusnya soal salah paham dan minum racun, malah ganti jadi perselingkuhan Romeo misalnya. Jadi otomatis cerita geseeeer semua, kan? Namun, kalau mau ditambahi konflik kecil misalnya, Juliet kesulitan menemukan racun, atau ada yang naksir Romeo atau Juliet, tapi diabaikan, ini masih bisa lah. Nanti, kalau premis berubah-ubah entah karena kita bosan atau nemu yang lebih seru, cerita akan menjadi berubah total. Misal, contoh sederhana lain adalah kisah Cinderela. Kalau ide awalnya kan Pangeran mencari pemilik sepatu, lalu kita geser deh, premisnya jadi, “Cinderela ternyata memiliki saudara kembar rahasia yang menipu Pangeran dalam mencari pemilik sepatu yang asli dan kembarannya itu pun berhasil menikahi Pangeran.” Ahahaha Bayangkan cerita yang harusnya meluncur ke jalur A, harus mendaki gunung lewati lembah belok ke samudera dan nyemplung ke ending yang 180 derajat beda sama desain awal. Tidak apa-apa kalau memang belum diunggah. Namun, bakalan revisi gede-gedean atau ada risiko plot hole kalau nekat diteruskan sering mengubah premis. Banyak penulis yang menjadikan ceritanya tidak konsisten karena terbawa komentar pembaca. Misal cinta segitiga, tadinya penulis udah sreg A sama B dan C jomlo. Eh, pembaca protes. Akhirnya belok A ke C. Mending kalau mulus eksekusinya, ya? Kalau ada plot hole? Waduh….   Jadi, inilah Cara Bikin Premis Novel yang Konsisten   1. Pikirkan matang-matang di awal Jangan terburu-buru. Shirei menghabiskan banyak waktu untuk membuat premis matang dan tidak akan kamu ubah apa pun kata orang. Kuatkan STRONG WHY kamu memilih konflik dan akhir seperti itu. Pastikan premis kamu kuat dan pastikan kamu tidak akan bosan mengeksekusi cerita seperti itu. Jangan menulis hal yang kamu tidak suka karena akan berisiko kamu akan berhenti di tengah jalan, atau ceritanya bisa belok dan berantakan 2. Pikirkan Plot Hole Kebanyakan penulis yang mengganti premisnya karena yakin tidak akan plot hole. Percayalah, pembaca bisa merasakan ending atau konflik yang mendadak berubah di tengah jalan dan bukan plot twist. Shirei udah beberapa kali membaca karya di platform yang berubah karena populer. Jadi panjaaaaaaaang dan nggak jelas juntrungannya pokoknya biar panjang. Mungkin bukan selera Shirei aja, sih. Cerita yang nggak jelas mau dibawa ke mana, pasti udah Shirei drop. 3. Kalau nemu ide lain, jadikan cerita baru Kamu nemu ide premis lain yang seru dan WOW gitu. Jangan diubah premis yang sekarang. Pakai untuk cerita barumu saja. Ganti karakter, seting, dll. Jadikan premis itu sebuah cerita baru. Daripada kamu mengacak-acak yang sudah berjalan, lebih baik rancangan cantik itu, kamu pakai untuk hal yang baru, bukan? ————————- Nah, gimana Cara Bikin premis NOvel yang Konsisten kali ini? Mana alasan yang bikin kamu berubah-ubah?

Cara Bikin Premis Novel yang Konsisten Read More »

Tips Branding Media Sosial sebagai Penulis

Tips Bisa Update Rutin di Sosial Media Sambil Tetap Menulis

Zaman now, kita semua harus eksis di dunia daring. Bagaimana tidak? Penulis sekarang tugasnya tidak sekadar untuk menulis, tetapi juga mempromosikan tulisannya ke khalayak. Bahkan tidak sedikit platform dan penerbit yang tidak mau ikut campur dalam mempromosikan karya penulis, tapi hanya membantu menerbitkan saja. Urusan promosi, biar penulis yang ngurus sendiri. Nah, gimana caranya kita bisa tetap eksis padahal juga disibukkan dengan kegiatan menulis. Maka dari itu, Shirei tahun 2023 ini berniat menghidupkan kembali Blog Tips Menulis Novel Gratis dan Youtube yang terbengkalai. Siapa tahu sanggup. Ahahaha Karena itu, hari ini Shirei akan bagikan tips yang Shirei pakai untuk bisa rutin update di lima platform sekaligus. Tips Bisa Update Rutin di Sosial Media Sambil Tetap Menulis Pilih Sosial Media yang Paling Mudah Mudah tuh yang kayak apa? Yang mudah bagi kita untuk membuat isinya. Misal, Shirei lebih suka mengetik dengan panjang kata yang sedang-sedang saja, maka Facebook adalah jawaban. Sedangkan kalau kamu suka bikin video, maka bisa jadi Tiktok / Short / Reels lah jawabannya. Kalau Shirei, karena follower IG Shireishou lebih gede daripada follower Facebook, maka Shirei aktifnya di IG. Meski Shirei nggak suka desain-desain, alhamdulillah sekarang ada Canva. Ahahaha Ga sia-sia premiuman pake Canva demi bisa update Instagram tiap hari. Bahkan bisa bikin cover novel yang keren dengan banyak stock foto dan element yang cakep.     2. Pilih SATU SAJA Kecuali kamu punya admin atau punya banyak waktu, menghandle BANYAK social media sekaligus itu memakan waktu sekali. Belum nanti kita harus menulis untuk platform. Shirei sangat tidak menyarankan untuk aktif di lebih dari satu platform jika kamu baru mulai merintis. Tips Bisa Update Rutin di Sosial Media Sambil Tetap Menulis termasuk memastikan kita tetap di satu sosial media dahulu setidaknya enam bulan. Kalau nanti sudah stabil, baru deh, kalau mau nambah boleh. Karena makin banyak yang kamu pegang, nanti malah makin males buat update karena menghabiskan banyak waktu.     3. Konsisten Nggak perlu seminggu 7x update kalau setelah itu nggak update 3 minggu. Lebih baik update 3x seminggu, tapi rutin seperti itu. Algoritma sosial media lebih senang dengan akun yang postingannya rutin. Jadi, daripada menggebu-gebu di awal, lebih baik dicicil saja. Misal, kalau memang lagi senggang dan bisa bikin 10 konten sehari, ya di schedulled aja buat postingan-postingan hari-hari ke depan, jaga-jaga kalau ada masa-masa sibuk.    4. Copy ke Sosmed Lain Kayak Instagram Shirei, bisa diduplicate ke Page Facebook. Terus isi Instagram juga bisa dijadikan postingan blog. Misal di IG cuma bisa kasih lima Tips Bisa Update Rutin di Sosial Media Sambil Tetap Menulis Namun, kalau di blog kan bisa sampai delapan tips dan penjelasannya jadi lebih panjang dan detail. InsyaAllah untuk Youtube pun nanti akan bisa juga dibuat menjadi video yang siap diunggah Sabtu nanti. Doakan, ya! Semoga Sabtu bisa mulai update Youtube. Kok malah salin-salin materi? Apa nggak pengulangan? Kan nggak semua orang punya semua sosial media. Ada yang cuma aktif di FB kayak Shirei. Ada yang lebih suka baca blog, ada yang scroll Tiktok dan nonton video Youtube. Jadi TIDAK APA-APA kalau mirip-mirip materinya     5. Bagikan yang Kamu Suka Jangan memaksakan membagikan yang kamu tidak suka. Bahkan misal mau bikin blog kayak gini, Shirei pun memikirkan hal apa yang Shirei suka untuk tulis. Kalau Shirei nggak suka soal fashion, ya Shirei nggak akan sanggup menulis. Namun, selalu ingat kalau apa pun yang kita tulis akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat kelak. Jadi, ingat selalu sebelum kita menulis.     6. Jangan Terlalu Pusing dengan Teori Copywriting Kadang yang bikin kita bingung dan tidak bisa update di sosial media karena terlalu banyak membaca teori copywriting. Akibatnya, kita malah jadi takut melangkah. Balik ke poin nomor lima bahwa tuliskan apa yang kamu suka. Sejatinya, akan mengalir dengan sendirinya.    7. Cari idenya dengan melihat postingan orang lain BUKAN DIPLAGIAT, ya! Tapi, kita bisa dapat ide. Kayak misal Shirei nulis Tips Branding di Social Media, maka kamu bisa bikin Tips Branding di Tiktok, dll. Pokoknya, cari yang sesuai dengan topik sosial media kamu. Jadinya, nggak perlu mikir dari nol karena toh semua topik sebenernya sudah ada di internet. Tinggal kita mengolah dengan kalimat kita sendiri.       8. Jadwalkan Postingan Daripada setiap hari bingung mau update apa, seminggu sekali, bikin tema untuk seminggu, lalu bikin sebelum pas senggang. Misal, Shirei update blog penginnya Senin dan Kamis. Maka Shirei udah mikirin topik dari Sabtu kemarin tuh. Habis itu, pas Senin Shirei ada waktu lebih, gas bikin sosmed IG sampai Rabu. Pas Rabu kemarin kedatangan ortu, udah nggak mikirin sosmed lagi. Tinggal hari ini buat post Blog aja sama revisi novel Asam Garam Asa dan Gara buat besok. ‧˚₊꒷꒦︶︶︶︶︶꒷꒦︶︶︶︶︶꒦꒷‧₊˚⊹ Nah, semoga Tips Bisa Update Rutin di Sosial Media Sambil Tetap Menulis bisa membantu, ya! Silakan kalau ada yang mau ditanyakan di kolom komentar.

Tips Bisa Update Rutin di Sosial Media Sambil Tetap Menulis Read More »

20230102 112426 0000

Ide Resolusi 2023 di Dunia Kepenulisan untuk Menulis Novel

Selamat tinggal 2022 dan selamat datang 2023. Bagaimana tahun 2022 kamu? Semoga berbahagia, yaaaa…. Kalaupun belum tercapai apa yang diinginkan, kali ini, Shirei mau memposting Ide Resolusi 2023 di Dunia Kepenulisan untuk Menulis Novel Di internet, sejak bulan Desember, sebenarnya sudah banyak sekali postingan seputar resolusi 2023. Dari seputar resolusi kesehatan, resolusi pendidikan, resolusi keluarga, resolusi keuangan, bahkan resolusi bermain game. Karena itu, Shirei mau berbagi Ide Resolusi 2023 di Dunia Kepenulisan untuk Menulis Novel Pertama-tama, membuat resolusi tidak harus dilakukan di awal tahun. Kita bisa melakukannya KAPAN PUN kita mau. Hanya saja, kalau tahun baru, secara sugestif, semua sudah menjadi baru termasuk kalender. Jadi umumnya jadi lebih semangat untuk mulai menjalankan sebuah resolusi baru. Shirei akan bahas sedikit tentang pentingnya membuat resolusi tahunan 2023 supaya kamu lebih semangat membuatnya. 1. Hidup Lebih Terarah  Resolusi atau target tahunan sangat peting untuk menjalani hidup dengan tetap terarah dan terukur. Tanpa resolusi tahunan, kita seperti naik mobil, tapi nggak tahu mau ke mana. Akhirnya cuma ngabisin bensin dan jangan-jangan hanya kembali pulang. Dengan adanya target, kita jadi tahu mau melakukan apa dari hari ke hari dan tidak menghabiskan waktu dengan scrolling sosmed atau nonton series tanpa henti. Bukan tidak boleh, tapi kalau dilakukan terus menerus kan menghabiskan waktu untuk hiburan terus dan tidak jadi produktif. 2. Satu langkah meraih cita-cita Dengan mengatur resolusi tahunan, kita akan satu langkah meraih cita dengan mengatur apa yang harus kita lakukan ke depan. 3. Bersemangat karena punya sesuatu yang dikejar Hidup jadi lebih bergairah dengan adanya target dan bahkan jika berhasil meraih sebuah pencapaian. Nah, jadi inilah Ide Resolusi 2023 di Dunia Kepenulisan untuk Menulis Novel 1. Target naskah selesai ❌ Best Seller ✅ Selesaikan Naskah Asam Garam Asa dan Gara lalu kirim ke penerbit. Kalau sekadar best seller, kita nggak tahu gimana mencapainya. Tulis BAGAIMANA kita bisa mendapatkan target itu. 2. Update Sosmed untuk Branding ❌ Rajin update sosmed ✅ Update IG Senin-Sabtu tiap Subuh ✅ Belajar bikin video Tiktok, dll Target jangan sekadar RAJIN update saja. Namun, detailkan kapan saja. 3. Target upload di platform Zaman now, menulis itu butuh branding di platform juga. Entah itu Wattpad atau lainnya. Jangan lupakan untuk mengunggah cerita di platform untuk mendapatkan pembaca. 4. Menambah grup kepenulisan Menambah teman di dunia tulis menulis bisa menjadi sarana bagus untuk bisa saling kritik. Kalau tidak bisa join grup WA, bisa grup FB lalu add friend. Atau di Instagram. Bebas saja. 5. Memperbanyak Membaca Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Jadi, kita bisa meningkatkan jumlah membaca. Misal seminggu 1 buku. Itu sudah lumayan banget. 6. Rutin Membuat Review Buku Bacaan Penulis yang baik mampu menulis dengan mempelajari apa yang sudah dibaca. Karena itu, cara paling efektif untuk mempelajari bacaan adalah dengan membuat reviewnya. Kita bisa belajar bagaimana si Penulis merancang plot, karakter, diksi, twist, dan masih banyak lagi. 7. Mengikuti pelatihan menulis Meski Shirei sendiri mengajar kepenulisan, tapi Shirei selalu menyisihkan dana untuk menambah ilmu kepenulisan. Meskipun secara teori mirip-mirip, selalu ada hal baru jika Shirei mengikuti kursus menulis dari berbagai mentor. Apalagi beberapa mentor favorit adalah juga editor Shirei. Mantab banget! 😍 8. Jangan lupa target revisi Kalau sudah punya target menulis, jangan lupa punya target revisi. Karena merevisi karya sebelum dikirim adalah sebuah kewajiban. Nah, gimana? Semoga ide di atas membantu resolusi menulis 2023 kamu, ya! Semoga Ide Resolusi 2023 di Dunia Kepenulisan untuk Menulis Novel ini bisa bermanfaat. Resolusi utamamu tahun ini apa?

Ide Resolusi 2023 di Dunia Kepenulisan untuk Menulis Novel Read More »

Tips Membuat Judul Novel Platfom dan Buku Cetak

Tips Membuat Judul Novel Platfom dan Buku Cetak

Bismillah Istiqomah update blog tiap Kami. Mohon doanya, yaa! Kali ini Shirei akhirnya membawa hal yang pualing banyak ditanyakan, tapi nggak pernah bisa Shirei jawab. Tips Membuat Judul Novel Platfom dan Buku Cetak Karena sejujurnya, Shirei pun enggak pandai dalam membuat judul novel. Kayaknya, 90% judul novel-novel Shirei tuh bukan dari kepala sendirim tapi menggunakan jalur ASK MY FRIENDS. Wakakaka Namun, karena Shirei masih terus-terusan ditanya, makanya, Shirei rangkumkan aneka tips dari berbagai sumber. Semoga Tips Membuat Judul Novel Platfom dan Buku Cetak kali ini bisa meinspirasi, ya! Pertama-tama, kenapa sih JUDUL ITU PENTING?     Lalu, apakah beda antara membuat judul di platform novel daring dan cetak? YA! BEDA! Teman-teman bisa lihat di platform tersebut bagaimana judul-judul yang populer. Contoh KBM App yang pakai judul ala sinetron Indosiar, dll. Beda-beda, ya, tergantung platform-nya. Kalau buku cetak bagaimana? Sebenarnya, buku cetak pun beda-beda tergantung penerbitnya juga. Beberapa tahap untuk menentukan judul di sebuah penerbitan umumnya, penulis diminta untuk memberikan sekitar 3-5 alternatif judul. Kalau belum juga sreg, diminta kasih sepuluh. T_T Nanti dari judul-judul ini akan diseleksi editor, kadang sampai ke atasannya juga, marketing team-nya juga. Baru deh dipilih satu. Lha ini, padahal bikin satu judul aja mumet. Kok malah bisa disuruh nulis sepuluh? Gimana kabarnya? Hehehehe Yang harus diingat, ada EMPAT KRITERIA JUDUL NOVEL YANG BAIK Unik Unik ini nggak harus pakai frasa atau kosakata yang aneh banget. Cukup yang kalau di Googling, judulnya nggak mbrudul semua yang mirip-mirip. Jadi, setelah dapat judul, silakan search di platform or google, ada nggak yang plek ketiplek mirip, atau judul itu pasaran banget sampai orang aja bingung. Contoh : Eyenomaly dan Magicamore Arancini  Meraih Atensi Pembaca Apakah judul cukup menarik untuk membuat pembaca berhenti dan kepo, ‘ini tentang apa, si?’ Contoh : judul Shirei “Rahim untuk Suamiku“. Gampang Diingat Sebenernya sah-sah aja kalau punya judul yang njlimet. Misal, pake kosakata unik, dll. Tapi, umumnya, pembaca jadi lupa kan. Misal, mau promosiin ke orang, trus dia kayak lupa judulnya. Kan kita kehilangan kesempatan buat dipromosiin gratis. Beda urusan kalau penulisnya udah punya fanbase, ya? Kalau merintis, Shirei tetap menyarankan yang gampang diingat aja. Nah, setelah tahu mau ke mana tujuan kita membuat judul, kita masuk ke : Tips Membuat Judul Novel Platfom dan Buku Cetak 1. Premis Mungkin kita bisa menggunakan potongan kata dari premis, lalu menyusunnya jadi judul. Contoh :  Premis : Hesa sang CEO yang arogan dan tidak bisa mati, jatuh cinta dengan penyelamat hidupnya, Lana, yang ternyata berpenyakit kronis dan akan mati. Judul : My Arrogant and Immortal CEO Diambil dari sudut pandang Lana yang diposesifin sama Hesa. 2. Nama Karakter Nama karakter juga bisa menjadi judul yang bagus lho! Contoh : Fathiya 3. Sub Judul atau Tambahan kata Selain Karakter Kalau Nama karakter terlalu generik, bisa ditambahi Subjudul, atau, bisa juga juduknya itu sendiri Contoh : 4. Pikirkan Genre yang Sesuai Misal kalau romance-religi, yang sederhana saja. Kalau SciFi mungkin yang terlihat high tech, dll 5. Pikirkan Calon Pembaca MIsal, pembaca kita emak-emak, jangan pakai judul yang muda banget. Tapi, kalau pembaca kita remaja, ya jangan bikin yang ala sinetron ikan terbang. 6. Googling satu kata Biasanya, Shirei tuh kalau nyari judul, suka googling dulu satu kata yang kira-kira mencerminkan cerita kita. Nanti sama google biasanya akan dikasih deh suggestion page-page. Bisa tuh buat cari inspirasi. 7. Pakai Title Generator Ini buat judul Inggris. Nanti kita tinggal ulik-ulik ke bahasa Indonesia or tetap bahasa Inggris. 8. Bisa Pakai Seting juga Kayak Amore in Sardegna 9. TANYA TEMEN DI GRUP NULIS! Sumpah, ini cara yang menurut Shirei paling efektif. Wkakaka Shirei kasih Premis, langsung brudul ide-ide. MasyaAllah terima kasih sudah menjadi teman yang luar biasa! Nah, apa sudah bisa menemukan judul yang bagus buat novelmu? Sekian Tips Membuat Judul Novel Platfom dan Buku Cetak kali ini. Semoga Minggu depan Shirei bisa istiqomah update blog lagi. Berasa sayang perpanjangan domain+hosting mulu, tapi kaga bermanfaat. Wakakak Kalau ada request tutorial, drop aja di komen, ya! Shirei akan buatkan jika mampu. Byeeee

Tips Membuat Judul Novel Platfom dan Buku Cetak Read More »

Manajemen Waktu Penulis

Manajemen Waktu Penulis

Sebagai penulis, banyak hal yang harus kita pikirkan saat membuat karya. Khususnya jika menulis bukanlah pekerjaan utama kita. Harus pandai-pandai dalam menyisihkan waktu agar tetap bisa berkarya. Masalahnya, bagaimana kita bisa berkaya sementara waktu kita sangat terbatas? Karena itu, pada kesempatan kali ini, Shirei akan membahas tips yang mungkin terabaikan oleh beberapa penulis. Manajemen Waktu Penulis Apa sih manajemen waktu penulis ini? ma.na.je.men /manajêmèn/ n penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran Jadi, Manajemen waktu penulis adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai target yang diharapkan bagi seorang penulis. Lalu, hal apa saja yang diperlukan untuk mengatur waktu untuk menulis? Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencatat kegiatan kita selama seminggu. Setiap jam ngapain aja dan durasinya berapa lama. Setelah itu pilah kegiatan-kegiatan itu dalam empat kuadran seperti di gambar Manajemen Waktu Penulis Misal nih untuk penulis yang juga IRT : Ngurus bocils, Beberes, istirahat, dll Ngajarin anak, dll Masak, dll Main game, nonton, dll Lalu, kita pilih tuh, menulis novel masuk ke kuadran yang mana? Nah, kalau Shirei pribadi, meletakkannya di kuadran dua. Penting, tapi tidak mendesak. Dari empat kegiatan itu, mana yang bisa dibuang? Misal, Shirei mengurangi nonton satu jam sehari menjadi nulis satu jam. Atau mendelegasikan cucian [beberes] ke laundry. Selalu ada yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. Manajemen Waktu Penulis bukan hal sulit, tapi juga nggak mudah Hal paling berat dari manajemen waktu adalah KONSISTENSI. Saat mood sudah mendominasi, ini yang repot. Kadang nih, kita tuh maunya buanyaaaak, tapi nggak pernah diatur waktunya. Nanti jatuhnya nggak sesuai dengan pribahasa ‘bayang-bayang sepanjang badan’ Sesuatu yang sepadan atau sesuai dengan keadaannya (kemampuan, harapan, dan lain-lain). Jadi, saat membuat target, khususnya merancang Manajemen Waktu Penulis, target yang dibuat pun harus masuk akal. Untuk membuat target yang masuk akal, harus memperhatikan lima hal berikut   S : Spesifik Target yang kita tujun harus konkret dan jelas. Bisa diraba dan tidak ngawang gitu. Contoh ngawang tuh kayak…. “Pengin bikin buku best seller.” Buku apa? Novel? Genre apa? Tema apa? Itu terlalu ngawang. Yang konkret tuh : “Saya ingin membuat novel saya yang berjudul Asam Garam Asa dan Gara tamat saat lomba GWP x Laiqa” M : Measurable Punya target yang BISA DIUKUR. Misal, kalau targetnya pengin ‘terkenal’, kan susah tuh ukurannya. Terkenal tuh punya 10.000 follower? Apa selalu best seller? Apa gimana? Yang terukur tuh kayak : “Novel Tamat”, “Revisi selesai”, “Satu novel setahun”, dll A : Actionable Bisa dikerjakan. Jangan sampai cita-cita kita pengin branding ke semua sosial media, tapi ya nggak mampu dilakukan. Pastikan target kita, punya kemungkinan untuk diraih. R : Realistic Harus realistis dalam membuat target. Misal nih, targetnya pengin kolab sama J.R.R Tolkien. Kan berat banget tuh meraihnya. Emangnya nggak boleh punya cita-cita setinggi langit? BOLEH! Tapi, kalau nggak tercapai, dilarang stres. Dan jangan sampai kalau kita bikin target tidak realistis, kita bahkan nggak tahu kudu memulai dari mana. T : Timebound Punya tenggat. Jangan kita punya target, tapi nggak tahu kapan dapetinnya. Kita harus punya tenggat yang sesuai dengan kemampuan. Kita buat contoh sederhana konsep SMART ini : S : Satu novel terbit setiap tahun M : Kalau satu bab seminggu, berarti maksimal 40 bab dengan anggapan tiga bulan dipakai untuk revisi A : Kalau seminggu 1500 kata, maka satu hari harus membuat sekitar 250 kata. R : Bisa lah kalau seminggu sekali 1500 kata. T : Jangka waktunya satu tahun. *** Nah, kebayang gimana cara mengatur waktunya? Semoga membantu, ya. Apa target teman-teman saat ini?

Manajemen Waktu Penulis Read More »

Penulis yang Menebar Manfaat

Penulis yang Menebar Manfaat

Pernahkah berpikir kita mau jadi penulis macam apa? Dulu, waktu Shirei masih belia, Shirei suka dengan sebuah kalimat dari anime B’T X yang dilontarkan salah satu tokohnya bahwa, “Manusia hidup bukan karena hidup itu menyenangkan, melainkan untuk terus berusaha memberi arti keberadaannya kepada orang lain.” Waktu dulu, Shirei merasa itu kalimat yang sangat keren, ya! Ternyata Rasulullah sudah berkata tentang itu berabad-abad lampau. “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani) Akhirnya, Shirei memutuskan, apa pun yang Shirei lakukan, diusahakan memberikan manfaat. Ini termasuk untuk menjadi : Penulis yang Menebar Manfaat Masalahnya, di era yang seperti ini, di mana banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan dari platform-platform premium, menulis tidak hanya ditekuni oleh mereka yang mencintai kepenulisan, tapi juga mereka yang membutuhkan uang. Di sinilah masalah dimulai. Ketika akhirnya kita menulis untuk uang dan lupa bahwa apa yang kita tulis itu abadi dan akan dibawa mati pahala dan dosanya, maka muncullah cerita-cerita yang tak seharusnya dimunculkan dan dibaca oleh orang-orang. Selama populer, selama menjual, segala norma pun diterabas. Maka apakah masih ada harapan untuk menjadi Penulis yang Menebar Manfaat ? InsyaAllah ada! Ingatkan saja terus menerus ketika menulis, apa yang akan kita dapat saat ada yang membaca? Apakah dosa? Apakah pahala? Atau tidak mendapat apa-apa? Bagi Shirei, menulis tak selamanya untuk memberi hikmah. Kadang, Shirei menulis sekadar untuk melepas penat. Contohnya menulis status Facebook, menulis fanfiction, atau sekadar curhat melalui diksi dalam puisi. Akan tetapi, seandainya tidak memberikan pahala, jangan sampai Shirei menebar dosa dari tulisan yang Shirei buat. Apa sih yang dimaksud dengan Penulis yang Menebar Manfaat ? Buat Shirei, selama kisah yang ditulis bisa mengajak pada kebaikan meski sedikit, itu sudah cukup. Ingat! Tidak semua penulis ditakdirkan menjadi penulis terkenal yang memiliki ribuan pembaca. Ingat! Tidak semua penulis bisa menuliskan kisah berbalut agama yang memiliki banyak makna dan nasihat. Akan tetapi, Shirei percaya, InsyaAllah setiap penulis akan mampu memberikan sedikit atau bahkan sebuah manfaat dari setiap karya yang ditulisnya. Bahkan sekadar agar pembacanya merasa bahagia. Syukur-syukur kalau ternyata di dalam ceritanya terkandung ibroh yang bisa dipetik dan jadi pahala jariyah. Apa saat ini Shirei sudah jadi Penulis yang Menebar Manfaat? Allahualam. Hehehehe Karena yang bisa kita lakukan hanyalah BERUSAHA semaksimal mungkin agar karya kita bermanfaat bagi sesama. Agar jika kelak kita meninggal, karya ini tidak menjadi pemberat siksa. Sisanya, biar Allah yang menentukan. Yang penting, terus luruskan niat dalam setiap karya. Selalu ingat bahwa ada kehidupan abadi yang jauh lebih berharga dari harta apa pun yang ada di dunia. Jika kita menginginkan akhirat, maka dunia akan datang. Meski, tidak selalu berupa harta yang melimpah. Bisa jadi dengan ketenangan batin, anak-anak saleh/salehah, pasangan yang baik, kesehatan, dll. Yuk, kita menjadi Penulis yang Menebar Manfaat agar tiada penyesalan saat kita menghadap Allah dan ditanya, “Untuk apa waktu kita dihabiskan?” ————- Sumber Ayat dan Hadist : Rumaysho.com

Penulis yang Menebar Manfaat Read More »

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.
Scroll to Top