Mau belajar menulis novel 2025-2026?
Buka mentoring menulis novel, baik umum, asistensi sinopsis, dan privat.
Langsung Whatsapp 081212707424 untuk info lebih lanjut.
5 Cara Membuat Flashback dan Time Jump untuk Novel
Hai, penulis kreatif! Pernah baca novel terus tiba-tiba bingung: “Lho, ini tahun 1995 atau 2023 sih?” Atau malah skip halaman karena flashback-nya kayak labirin? 😅 Shirei juga pernah bikin kesalahan itu, sampe editor komentar, “Bukannya harusnya belum lahir ya si Alf?” [Nangis]
Nah, biar ceritamu nggak bikin pusing, yuk simak 5 cara menulis flashback dan time jump yang bikin pembaca mengalir aja kayak nonton serial Netflix!
Kenapa kita perlu tahu cara menulis flashback dan time jump?
Flashback membantu kita menunjukkan latar emosi [alasan tokoh takut, trauma, atau cinta kuat] tanpa harus narasi panjang.
Time jump (lompat waktu) membantu mempercepat cerita: kita lewati bagian yang kurang penting dan fokus ke momen penentu yang memengaruhi karakter.
Intinya, kedua teknik ini membantu kontrol tempo dan informasi.
Yang perlu kita jaga cuma satu: pembaca harus selalu tahu kapan karakter berada — masa lalu, sekarang, atau masa depan.
Kenapa Flashback & Time Jump Sering Bikin Pembaca Pusing?
Masalah utamanya: nggak ada jembatan.
Tiba-tiba aja dari adegan pernikahan lompat ke masa SD tokoh tanpa aba-aba. Hasilnya? Pembaca kehilangan ikatan emosi. Padahal, kalau diatur dengan teknik tepat, flashback bisa jadi senjata ampuh buat bikin karakter lebih dalam.
Contohnya, di Harry Potter and the Half-Blood Prince, ingatan Snape tentang Lily menjadi kunci memahami seluruh konfliknya!

5 Cara Membuat Flashback dan Time Jump untuk Novel
Cara 1: Pakai Trigger Sensorik yang Jelas
Ini dari cerita Shirei : My Lover is a Beast
Magnus ketriger ingatannya ke masa lalu karena indra pengelihatannya ketriger. Bisa juga dengan aroma sabun, lagu, dll

Cara 2: Kasih Petunjuk Visual (Simbol atau Format)
Tanda baca itu sahabatmu!
- Italic untuk dialog masa lalu. Bukan seluruhnya, tapi hanya misal nongol satu kalimat, selipkan italik. Kalau sampai berparagraf, males bacanya.
- Garis pemisah (*** atau ———) sebelum time jump
- Paragraf spasi ganda + kalimat pembuka seperti: “Sepuluh tahun sebelumnya…”
- Tanggal / tahun
- Gambar

3. Pastikan Flashback Punya Relevansi Plot (No Info-Dumping!)
Ini nih penyakit penulis pemula (termasuk Shirei dulu, hehe). Mentang-mentang udah capek bikin backstory karakter yang sedih banget, semuanya mau dimasukin ke novel.
Tolong diingat ya, Flashback itu alat, bukan tujuan.
Tanyakan pada diri sendiri sebelum nulis flashback:
- Apakah adegan masa lalu ini mengubah cara pembaca melihat konflik sekarang?
- Apakah kalau flashback ini dibuang, ceritanya jadi nggak jalan?”
Kalau jawabannya “Nggak”, mending hapus aja. Simpan di folder laptop sebagai referensi pribadi. Flashback yang cuma berisi informasi nggak penting disebut Info-dumping. Itu bikin alur cerita jadi lambat alias dragging. Keluarkan kalau memang sepenting itu buat cerita.
Salah satu dari 5 cara membuat flashback dan time jump novel yang efektif adalah hanya mengungkap masa lalu ketika masa lalu itu menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah di masa kini.
Jangan sampai jatuh ke 5 mitos membuat novel yang harus dijauhi yang pernah Shirei bahas.
4. “Show” Perubahan dalam Time Jump
Sekarang kita bahas Time Jump (lompatan waktu ke depan).
Tantangan terbesar time jump adalah meyakinkan pembaca bahwa waktu benar-benar sudah berlalu. Jangan cuma tulis “Lima tahun kemudian…” terus kelakuan tokohnya masih sama persis, setting tempatnya nggak berubah, dan masalahnya itu-itu aja.
Kita harus SHOW (tunjukkan) perubahannya.
-
Fisik: Apakah ada kerutan di wajah? Gaya rambut baru? Atau perut yang makin buncit?
-
Lingkungan: Apakah warung kopi langganan sudah bangkrut dan ganti jadi coworking space? Apakah pohon mangga depan rumah sudah ditebang?
-
Status: Apakah si tokoh yang dulu jomblo ngenes sekarang udah gendong anak?
- Cara berpikir : Apa sudah move on? Apa sudah percaya sesuatu yang sebelumnya tidak dipercaya?
Detail-detail kecil ini jauh lebih powerful daripada sekadar tulisan keterangan waktu. Ini membuat dunia dalam novelmu terasa hidup dan dinamis. Pembaca jadi percaya bahwa waktu memang berjalan ke depan.
5. Pakai time jump untuk progres yang elegan (anchor + payoff)
Time jump berguna untuk melewati waktu tanpa kehilangan koneksi emosi. Kuncinya: selalu ada payoff dari lompatan itu — sesuatu yang berubah nyata (sifat, hubungan, kondisi).
-
Sebelum lompatan, taruh bibit
-
Setelah lompatan, tunjukkan perubahan lewat aksi/konflik, bukan penjelasan panjang.
Contoh: Tokoh meletakkan anaknya ke panti asuhan. Setelah lompatan, ceritakan apakah si tokoh rindu, menyesal, dll.
Jadi, flashback meletakkan anak berpengaruh pada kehidupannya masa kini. Jangan membahas meletakkan anak, kalau sampai detik ini dan cerota tamat, si Tokoh tidak peduli.
—–
Menulis flashback dan time jump itu belajar kontrol
Kontrol kapan pembaca tahu sesuatu dan kontrol bagaimana mereka merasakan perubahan itu. Kalau kita paham, teknik ini malah jadi alat yang membuat cerita semakin menggigit.
Kalau teman-teman mau praktik langsung, coba ambil satu adegan di naskahmu dan terapkan salah satu tips di atas, lalu simpan versi sebelum/ sesudah. Kalau mau, bagikan di kolom komentar, Shirei akan pilih beberapa untuk dikomentari.
Ingin belajar lebih tuntas? Di kelas menulis Shireishou kita bahas praktek rewrite live, latihan flashback, dan time jump—plus micro-workshop untuk naskahmu. Santai, personal, dan cocok buat yang sibuk. Klik link kelas di atas blog atau tinggalkan komentar “kelas” nanti Shirei akan kirim info pendaftaran secara personal ke email teman-teman.
Coba terapkan satu tips hari ini, dan lihat bedanya saat revisi nanti. ✍️







