Tutorial merevisi novel

Lebih Bagus Mana (2) (1)

Cara Merevisi Cerita Novel dengan Mengendapkanya

Halo! Lama nggak jumpa. Shirei sibuk urus anak dan Youtube. Hehehe Kali ini,Tahu Shirei mau bahas betapa pentingnya mengendapkan novel sebelum masuk ke tahap revisi.ย  Karena masih ada orang yang berpikir kalaukternyata mengendapkan cerita sebelum revisi itu NGGAK PENTING BANGET! Memang ada penulis yang tidak perlu diendapkan. Namun, dari sependek pengalaman dan juga sharing-sharing dari sesama penulis dan mentor, pengendapan cerita itu perlu banget. Soalnya kalau masih anget di otak, kita nggak akan nyadar kalau ada yang salah. Mungkin kita bisa langsung sadar kalau ada plot hole. Juga mungkin pas di prolog masih bisalah diedit. Namun, typo bukan suatu hal yang bisa langsung kita sadari jika tidak diendapkan dulu. Soalnya, kita masih ingat sama jalan ceritanya. Cara Merevisi Cerita Novel dengan Mengendapkanya Kalau belum diendapkan, bisa-bisa sambil merem juga kita bisa ulangi kata per kata novel kita. Apalagi part-part yang bolak-balik kita ulang bikinnya. Jadi, jangan harap bisa mudah mencari typo kalau di kepala kita masih tertanam kuat adegan-adegannya. Typo alias salah ketik adalah yang paling sulit dicari kalau otak masih ‘hafal’ kata yang pernah kita ketikkan. Contoh deh : Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, atruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng.Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernaatakan, teatpi ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa kan? Jadi, kalau kepala sudah merasa bisa dibaca, padahal typo, bablas deh nggak kekoreksi. Cara Merevisi Cerita Novel dengan Mengendapkanya Shirei bisa mengendapkan satu bulan sebelum mulai revisi. Itu jarak yang cukup lama, tapi tidak juga terlalu lama. Ada yang seminggu sudah langsung mulai dikerjakan. Ada juga yang justru tiga bulan. Kenapa nggak lebih lama lagi? Soalnya, kalau kelamaan, nanti malah nggak mood. Trus keburu sibuk sama cerita baru. Lama-lama bubar, deh. S Sama kayak Fathiya punya Shirei yang udah empat bulan kaga direvisi-revisi juga karena mager dan ke-distract cerita lain. Wkakakak Cara Merevisi Cerita Novel dengan Mengendapkannya bukan hal baru. Malah banyak penulis melakukannya. Soalnya, setelah otak jadi fresh dari cerita dan membaca novel di sudut pandang pembaca. Tahu, nggak? Kadang, kita lupa kalau belum memasukkan fakta penting ke dalam cerita. Misal nih, kita belum kasih penjelasan tentang kenapa protagonis tiba-tiba punya barang dari Prancis yang bikin calonnya cemburu, misalnya. Di kepala berada udah dikasih tahu, itu dari sahabatnya, tapi ternyata belum disinggung sama sekali. Kan kacauuuu. Hehe Pastinya tajamkan segala intuisi saat membaca karya kita ulang. Biar kita bisa menyapu bersih segala macam kesalahan yang mungkin terjadi. Masalahnya, apa aja yang direvisi? Kita akan bahas soal revisi ini di postingan Tips Menulis Novel Gratis yang lain. Teman-teman biasanya mengendapkan naskah berapa lama? Jadi, inilah Cara Merevisi Cerita Novel dengan Mengendapkanya. Kalau masih bingung, silakan komen aja, ya!ย  With Love, Shireishou

Cara Merevisi Cerita Novel dengan Mengendapkanya Read More ยป

Lebih Bagus Mana (2) (2)

Tips Merevisi Novel yang Baik

Setelah naskah kita beres diketik, ternyata perjuangan masih jauh dari selesai. Ternyata, masih ada satu step lagi yang sangat penting sebelum mengirimkan naskahnya ke penerbit. MEREVISI NASKAH! Yup! Ini adalah langkah yang sangat penting, tapi sering banget diabaikan penulis. Pokoknya, begitu selesai langsung unggah! Begitu selesai nulis, nggak pakai dicek langsung kirim! ๐Ÿ˜ญ Karena itu, Shirei mau kasih artikel ini. Semoga bermanfaat. Tips Merevisi Novel yang Baik Banyak penulis yang enggan melakukan revisi. Bagi mereka, revisi adalah pekerjaan yang membosankan. Apalagi kadang desakan update terasa memburu-buru. Akan tetapi, sebenarnya revisi adalah satu tonggak penting dalam rangkaian proses menulis novel. ๐Ÿ’– Tujuan Revisi 1. Mendapat gambaran besar tentang cerita 2. Bisa Mengetahui Plot Hole 3. Bisa Menjadikan Cerita Lebih Baik 4. Membantu Editor dan Memperkecil Kemungkinan Kesalahan ๐Ÿ’Ž Yang harus diingat : 1. Pisah file revisi dengan file asli 2. Back up file asli di penyimpanan online (Gdrive, dropbox, dll) 3. Beri nomer versi revisinya kalau ngerevisi lebih dr 1x apalagi revisinya drastis (penambahan atau pengurangan plot) Hal di atas dilakukan agar naskah tidak hilang. Kadang kita ada ide ubah jadi B, eh ternyata pas dikerjakan, plot A masih lebih baik. Bisa dibalikin, deh. Sebelum melangkah lebih jauh, Tips Merevisi Novel yang Baik yang Shirei tulis di Blog Tips Menulis Novel Gratis ini lebih nyaman untuk penulis yang tipe “merencanakan semua sampai detail.” Sulit dilakukan untuk penulis yang menulis hanya mengandalkan premis. Bisa, tapi tidak semudah yang merencanakan Premis, plot, alur terlebih dahulu. Tips Merevisi Novel yang Baik 1. ENDAPKAN NASKAH BEBERAPA SAAT Jangan sentuh, cuekin dulu, lupakan cerita kita. Jadi waktu kita membaca lagi, kita akan seperti membaca cerita baru. Stephen King (kalau nggak salah) pernah bilang endapkan sekitar TIGA bulan. 2. FOKUS KE POIN-POIN BERIKUT : Ingat, yang dibaca ulang boleh berupa draft kerangka, draft karangan, atau bahkan naskah jadi. Shirei lebih senang merevisi karangan sejak dari kerangka. Kalau ada nambah-nambah atau mengurangi sesuatu, lebih mudah daripada merevisi naskah yang sudah jadi. A. Karakter – Pastikan karakter tetap konsisten. – Pastikan semua tokoh benar-benar berguna bagi kelangsungan cerita. B. ALUR dan PLOT – Di tahap ini, kita amati apakah gaya penceritaan kita sudah sesuai, atau justru membingungkan. – Pastikan semua plot memang perlu untuk menaikkan masalah utama. Jika ada yang nggak penting, jangan ragu untuk buang atau ubah. – Pastikan hubungan sebab dan akibat terjalin bagus. Tidak ada satu pun akibat tanpa sebab yang jelas – Pastikan Alur dan Plot masuk akal. Tidak mendadak berubah tanpa alasan jelas. C. PEMBAGIAN BAB & ENDING – Pastikan pembagian bab menarik untuk membuat pembaca terus mengikuti cerita – Pastikan ending menyelesaikan masalah sesuai Premis. Enggak perlu sampe Happily ever after, tapi masalah di premis beres meski tidak semua karakter harus diperinci. D. Pastikan Gaya Penceritaan Sesuai Untuk teman-teman yang langsung menulis tanpa menyusun alur dan plot, di tahap ini sudah bisa mengecek Gaya Penceritaan apa sudah sesuai. Atau juga buat teman-teman yang mau merevisi setelah ditolak penerbit. Fokus mana adegan yang lebih butuh show agar bisa lebih terasa, hapus kalimat yang tidak perlu, susun ulang kalimat, dll. Sedangkan buat yang merevisi plot saat masih susunan kerangka karangan, bisa ditulis catatan mana yang harus show lebih dalam sehingga saat eksekusi bisa langsung dijabarkan. E. CATAT REVISI Sambil merevisi, catat juga poin-poin yang sudah direvisi Kadang, kita masih inget pada cerita awal dan justru melupakan versi revisi saat mulai menulis naskah asli. Karenanya, catat supaya konsistensi tetap terjaga sampai akhir. ============ Endapkan lagi hasil revisi. Setelah itu baca ulang kerangkanya. Namun, Shirei tipe yg ngecek lagi sampe 3x. Itu makanya Voice in Dream ngalamin 3x revisi plot major dan 2x ada perubahan karakter. Suka-suka aja. Setelah selesai menulis, lakukan…. ๐Ÿ’– EDITING 1. CARI BETA READER/PROOFREADER Kenapa pas editing butuh orang lain? Karena kita yang udah bolak-balik baca karyakarya kita saat revisi, cenderung enggak peka sama kesalahan. Di mata orang lain, kesalahan akan lebih terlihat. 2. YANG HARUS DIPERHATIKAN : A. Typo Salah ketikan B. Kalimat efektif Apa kalimat berbelit atau jelas. C. PUEBI Penggunakaan tanda baca, kalimat majemuk, kata sambung, dll D. Dialog Apakah luwes, in character, dll Nah, udah pahan soal Tips Merevisi Novel yang Baik ini? Kalau masih pengin belajar detailnya, bisa langsung ikut les Mentoring Premium tema Merevisi Novel. Ada latihannya juga, lho! Langsung kontak nomor 0812-12-707-424 atau klik di sini. Sampai jumpa di kelaaaas!

Tips Merevisi Novel yang Baik Read More ยป

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.
Scroll to Top