Karya

Drabble : taman Bunga

Drabble : Taman Bunga

Drabble Simbolis Airi melihat petanya sekali lagi. Ia memastikan bahwa Desa Bunga yang disarankan teman-temannya benar ada di hadapannya. Dengan riang gembira Airi membawa peralatan berkebunnya. Ia selalu berharap menemukan desa yang setiap warga di dalamnya saling berbagi warna. Dengan riang, ia menanam bunga melati, kesukaannya. Menyirami dan memberi pupuk. Jika ada daun yang layu, …

Read MoreDrabble : Taman Bunga

Puisi : Untuk Bungaku

Puisi : Untuk Bungaku

Puisi Tragedi Bait yang kau torehkan dalam kalbu Menghantarkanku pada sebuah prosa indah Irama syahdu yang terlantun Membuat jantungku berdesir getir Mimpikah aku tuk memilikimu?Dalam jalinan asa yang terajut kuatKan kugenggam tanganmu tanpa lelahBergandengan tuk menganyam hari esok Pikirku tak juga mengertiMengapa benang merah itu tak kunjung terjalinTak cukupkah rasa melandasi?Tak cukupkah pengorbanan kulalui? Sejauh …

Read MorePuisi : Untuk Bungaku

Puisi : Cermin Kehidupan

Drabble : Sayonara

Drabble Kritik Ada solusi disampaikan. Saran diberikan dengan sopan, tapi hanya penolakan dan kemudian abai menjadi jawaban. Membombardir diri dengan pujian fana, tak acuh pada yang sesungguhnya peduli. Silakan lakukan. Pelan-pelan mungkin hati akan membuta tuk melihat pelajaran. Hakikatnya, manusia semakin hari berjuang untuk semakin menjadi lebih baik. Jika pujian hanya melenakan, maka lebih baik …

Read MoreDrabble : Sayonara

Drabble : Pelukis Kelinci

Drabble : Pelukis Kelinci

Drabble Curhat Edia terbeliak bahagia. Untuk yang pertama, dia mendapatkan kemenangan lomba melukis kelinci di desa sebelah. Lima belas kali perlombaan dan empat belas kali kekalahan, akhirnya ia mendapatkan sebuah piala penghargaan. Ia tak pernah berniat mengikuti lomba mural di desanya. Karena tujuannya di desa hanyalah bersenang-senang. Dia lebih suka menggambar kelinci dan itu tak …

Read MoreDrabble : Pelukis Kelinci

error: Maaf, tidak diperkenankan klik kanan. Tautan akan terbuka langsung ke halaman baru.